Sinata.id – Menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jajaran bank milik negara bersiaga penuh. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyiapkan uang tunai hingga Rp100 triliun untuk memastikan transaksi masyarakat tetap lancar di tengah meningkatnya mobilitas, konsumsi, dan arus perjalanan akhir tahun.
Langkah antisipatif ini diambil agar kebutuhan penarikan tunai, pengisian ATM, hingga layanan di kantor cabang tetap terjaga selama periode libur panjang. Meski transaksi digital kian dominan, bank-bank pelat merah menilai uang tunai masih menjadi kebutuhan krusial, terutama di daerah tujuan mudik dan wisata.
Salah satu bank yang menyiapkan strategi khusus adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. BTN mengalokasikan dana tunai sebesar Rp19,67 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan periode libur akhir tahun sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan seiring proyeksi Bank Indonesia yang melihat kebutuhan uang tunai nasional cenderung menurun.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pasar Waspadai Area Rp16.800 per Dolar AS
Manajemen BTN menyebut tren transaksi non-tunai dan digital terus menguat, sehingga kebutuhan uang fisik tidak setinggi tahun lalu. Selain itu, absennya agenda besar seperti Pemilu—yang pada tahun sebelumnya mendorong permintaan kas—turut memengaruhi perhitungan kebutuhan likuiditas.
Dari total dana tersebut, BTN mengalokasikan sekitar 35 persen untuk pengisian mesin ATM di seluruh Indonesia, sementara sisanya disiapkan sebagai kas di jaringan kantor dan outlet layanan, termasuk Bale by BTN, guna mengantisipasi lonjakan transaksi langsung.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan dana tunai Rp15,49 triliun selama periode 21 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Dana ini difokuskan untuk menopang layanan di lebih dari seribu kantor cabang serta jaringan ATM dan CRM yang beroperasi 24 jam.
BSI menegaskan kesiapan jaringan layanan menjadi prioritas utama, terutama di masa libur panjang ketika kebutuhan transaksi tunai nasabah cenderung meningkat, meski aktivitas digital tetap mendominasi.
Dari kubu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, kebutuhan uang tunai bersih yang disiapkan mencapai Rp25 triliun. Dana ini dialokasikan untuk periode 33 hari, sejak awal Desember hingga awal Januari, guna mengantisipasi lonjakan transaksi menjelang dan setelah pergantian tahun.
Sebagian dana tersebut diprioritaskan untuk memastikan ribuan unit ATM dan CRM Bank Mandiri tetap terisi optimal di seluruh wilayah Indonesia, seiring prediksi peningkatan transaksi nasabah selama musim liburan.
Baca Juga: Harga Batu Bara Kehilangan Tenaga, Tergelincir ke Level Terendah Sebulan
Adapun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menganggarkan Rp21 triliun untuk kebutuhan transaksi tunai masyarakat selama Nataru. Angka ini relatif sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya, meski bank melihat percepatan digitalisasi mulai menekan kebutuhan uang fisik.
BRI menilai pertumbuhan penggunaan layanan digital banking yang signifikan membuat kebutuhan kas tidak lagi sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun, ketersediaan uang tunai tetap dijaga agar seluruh lapisan masyarakat dapat bertransaksi tanpa hambatan.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan dana tunai Rp19,51 triliun untuk periode 22 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Fokus utama BNI adalah penguatan likuiditas di ATM, CRM, serta kas di kantor cabang agar layanan tetap optimal sepanjang libur akhir tahun.
Dengan kesiapan dana tunai ratusan triliun rupiah dari Himbara, sistem perbankan nasional diharapkan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat selama Nataru. Di tengah derasnya arus digitalisasi, uang tunai masih memegang peran penting—terutama saat libur panjang yang memicu lonjakan transaksi di berbagai daerah. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini