Jakarta, Sinata.id – Barcelona saat ini sedang terbang tinggi, namun sang pilot, Hansi Flick, justru memilih untuk tetap memijak bumi.
Meski manajemen Blaugrana sudah gatal ingin menyodorkan kontrak baru, pelatih asal Jerman ini dilaporkan menolak untuk terburu-buru dan memilih menunda pembicaraan hingga musim 2025/2026 berakhir.
Mengapa Flick justru bersikap dingin di tengah romansa kemenangannya di Camp Nou? Berikut adalah beberapa alasan di baliknya:
1. Fokus Total pada Rumput Hijau
Meskipun kontraknya saat ini masih berlaku hingga Juni 2027, Presiden Joan Laporta dan Direktur Olahraga Deco ingin memagari Flick setidaknya hingga 2028.
Langkah ini diambil untuk menghindari “situasi sensitif” di mana seorang pelatih memasuki tahun terakhir kontraknya.
Namun, melansir Mundo Deportivo, Flick adalah sosok yang sangat metodis. Baginya, urusan administrasi tidak boleh mengganggu rutinitas latihan. Setelah sukses mempersembahkan treble domestik musim lalu, Flick hanya ingin satu hal: memastikan Barcelona tetap konsisten di puncak La Liga.
2. Membaca Arah Angin Politik Camp Nou
Bukan rahasia lagi bahwa Barcelona adalah klub yang kental dengan dinamika politik. Penundaan ini disinyalir berkaitan erat dengan Pemilihan Presiden Barcelona tahun 2026.
Jika Joan Laporta kalah dalam pemilihan, posisi Deco pun terancam.
Flick tampaknya ingin melihat siapa yang akan memegang kendali klub sebelum berkomitmen lebih jauh.
Ia tidak ingin terjebak dalam perubahan manajemen yang bisa mengganggu visi teknisnya di lapangan.
3. Gaya “Wait and See” yang Khas
Sikap ini sebenarnya bukan hal baru bagi mantan pelatih Bayern Munchen tersebut. Flick terbiasa menunggu hingga target musim tercapai sebelum duduk di meja perundingan. Agennya, Pini Zahavi, memang sudah bertemu dengan petinggi klub pekan lalu, namun pesan dari Flick sangat jelas: “Tunggu sampai musim ini selesai.”
”Flick ingin melihat bagaimana tim merespons tekanan hingga akhir musim sebelum memutuskan masa depan jangka panjangnya.”
Analisis Singkat:
Langkah Hansi Flick ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar mengejar nilai kontrak, melainkan stabilitas dan kejelasan proyek olahraga. Bagi pendukung Barca, ini mungkin mengkhawatirkan, namun bagi tim, ini adalah jaminan bahwa sang pelatih tidak akan terdistraksi oleh hal-hal di luar lapangan. []









Jadilah yang pertama berkomentar di sini