Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

bank indonesia (bi) resmi mempertahankan suku bunga acuan bi-rate di level 4,75 persen dalam rapat dewan gubernur (rdg) november 2025.
Bank Indonesia (BI) resmi mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025. (Ilustrasi)

Sinata.id – Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen, keputusan yang ditegaskan Gubernur Perry Warjiyo pada Rabu (19/11/2025) sebagai langkah menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Dalam siaran pers daring yang disampaikan Rabu (19/11/2025), Perry menegaskan bahwa keputusan menahan bunga acuan tersebut selaras dengan proyeksi inflasi 2025–2026 yang diperkirakan tetap terjaga pada kisaran target 2,5±1 persen.

Advertisement

Selain itu, konsistensi kebijakan juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang kini terus diuji oleh ketidakpastian global.

“Keputusan ini adalah bagian dari strategi menjaga kestabilan ekonomi sekaligus memastikan tekanan eksternal tidak menggoyahkan rupiah,” tegas Perry dalam konferensi pers tersebut.

Baca Juga  Kasus Nenek Gagal Bayar Viral, Bank Indonesia Ingatkan Gerai Tak Boleh Tolak Uang Tunai

Baca Juga: Isu Redenominasi Memanas, Purbaya: Jangan Salah Alamat, Bukan Wewenang Kami

BI turut mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 persen dan Lending Facility pada 5,50 persen.

Perry menyebut rangkaian kebijakan moneter ini merupakan upaya menjaga ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.

Sepanjang 2025, bank sentral telah memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali, masing-masing 25 basis poin pada Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September.

Total pemangkasan mencapai 125 basis poin dari posisi akhir 2024 yang berada di 6,00 persen.

Meski demikian, Perry menekankan BI masih membuka peluang penyesuaian lanjutan, termasuk opsi pemangkasan suku bunga, apabila perkembangan ekonomi domestik dan global memberikan ruang yang memadai.

Baca Juga  Dana Negara ‘Menganggur’ Rp270 Triliun di BI, Kemenkeu Cermati “Darah” Operasional Negara

Ke depan, BI akan terus memantau efektivitas transmisi kebijakan moneter longgar yang telah dijalankan, termasuk dinamika inflasi, proyeksi pertumbuhan, dan stabilitas nilai tukar.

“Kami akan terus menavigasi ketidakpastian global demi menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry.

Kebijakan ini menegaskan posisi BI sebagai garda stabilitas moneter di tengah badai ekonomi internasional yang belum mereda. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini