Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Kerinduan kepada Allah yang Hidup: Renungan Mazmur 42 dan Kesaksian Ayub tentang El Khay

kasih tidak sombong: refleksi iman kristen dari kisah daud dan goliat
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis. Ev. Daniel Pardede,SH.MH

Kerinduan kepada Allah adalah kebutuhan rohani terdalam setiap umat Tuhan. Dalam Mazmur 42:1-12, pemazmur mengungkapkan kerinduan mendalam untuk datang dan melihat Allah. Ia berkata, “Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa Allah yang kita sembah adalah El Khay—Allah yang hidup, berkuasa, dan hadir nyata dalam kehidupan umat-Nya.

Advertisement

Banyak bagian Alkitab menyebutkan bahwa manusia tidak sanggup melihat Tuhan karena kemuliaan-Nya yang begitu dahsyat. Ini bukan kontradiksi, melainkan penegasan bahwa Allah hidup dalam kemuliaan yang tak tertandingi oleh manusia fana. Namun, kerinduan untuk mendekat kepada Tuhan tetap diberikan dalam hati setiap orang percaya. Di satu sisi manusia gentar, di sisi lain roh kita sangat rindu untuk berada dekat dengan-Nya—karena Ia adalah sumber kehidupan.

Baca Juga  Makna Kulit dalam Perspektif Iman Kristen: Mensyukuri Ciptaan Tuhan sebagai Wujud Ketaatan

Alkitab memperkenalkan Allah dengan berbagai nama sesuai karya-Nya:
* El Khay – Allah yang hidup
* El Roi – Allah yang melihat
* El Shaddai – Allah yang Maha Kuasa

Ketiga sifat ini meneguhkan bahwa Allah bukan hanya hidup, tetapi Ia melihat pergumulan kita, mendengar seruan kita, dan berkuasa menolong.

Kesaksian Ayub menjadi salah satu yang paling luar biasa dalam Alkitab. Dalam kondisi penderitaan yang ekstrem—kehilangan seluruh harta, sepuluh anaknya yang meninggal, para budak yang lenyap, ditambah penyakit yang sangat parah—Ayub tetap menyatakan iman teguhnya. Ia berkata:

“Aku tahu Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa daging pun aku akan melihat Allah.”
(Ayub 19:25-26)

Baca Juga  Apa yang Terjadi Setelah Kebangkitan? Ini 5 Kebenaran Alkitab yang Mengubah Hidup Orang Percaya

Di tengah penderitaan yang tidak tertandingi, Ayub tetap rindu melihat Allah yang hidup. Iman seperti inilah yang meneguhkan kita bahwa perjumpaan dengan Tuhan adalah pengharapan kekal yang tidak dapat diambil oleh siapapun.

Seperti pemazmur yang merindukan Allah bagaikan rusa yang haus merindukan aliran sungai, demikianlah seharusnya kerinduan hati kita. Pertanyaannya: apakah kita sudah siap berjumpa dengan Tuhan? Mereka yang hidup bersama Dia akan menikmati kehidupan kekal tanpa kematian kedua, karena Allah adalah El Khay—Allah yang hidup selama-lamanya.

Pamungkas:
Kiranya kerinduan kita kepada Allah yang hidup semakin menyala, hingga hari ketika kita melihat Dia muka dengan muka, sumber hidup kekal bagi setiap orang yang percaya.
Shalom.( A27).

Baca Juga  Kembali kepada Tuhan di Tengah Pergumulan Bangsa

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini