Oleh: Pdt. Mis Ev Daniel Pardede, M.H.
Panca Indra dan Roh: Kulit
Alkitab menegaskan, “Janganlah kamu menggoresi kulitmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada tubuhmu” (Imamat 19:28). Firman ini menjadi pengingat bahwa tubuh manusia, termasuk kulit, merupakan ciptaan Tuhan yang memiliki fungsi, makna, dan nilai rohani.
Kulit adalah indera peraba yang memungkinkan manusia merasakan panas dan dingin, mengenali sentuhan, serta melindungi tubuh dari berbagai pengaruh luar. Lebih dari itu, kulit juga mencerminkan keunikan setiap pribadi sebagaimana Tuhan menciptakannya dengan penuh kasih dan tujuan.
Namun, dalam realitas kehidupan modern, tidak sedikit manusia yang merasa tidak puas dengan kondisi fisik yang dimilikinya. Upaya mengubah warna kulit, rambut, maupun penampilan melalui berbagai cara, termasuk tindakan permanen seperti tato, kerap dilakukan demi memenuhi standar tertentu atau dorongan emosional.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergumulan batin, pencarian identitas, bahkan luka batin yang belum terselesaikan.
Baca juga:Makna Hidung dalam Perspektif Iman Kristen: Nafas Hidup sebagai Anugerah Allah
Alkitab mengajarkan bahwa tindakan menyakiti atau mengubah tubuh secara sengaja baik karena kesedihan mendalam, kekecewaan, kegagalan hidup, penyakit berkepanjangan, maupun patah hati bukanlah jalan yang dikehendaki Tuhan. Tubuh manusia adalah bait Allah yang patut dijaga dan dihormati, bukan disakiti atau dirusak.
Pesan iman yang disampaikan dalam Sarapan Pagi Kristen ini mengajak setiap orang percaya untuk melakukan refleksi diri, menyadari bahwa setiap bagian tubuh telah diciptakan Tuhan dengan maksud yang baik dan indah di mata-Nya. Menghargai ciptaan Tuhan merupakan bentuk ketaatan, rasa syukur, dan iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mensyukuri tubuh apa adanya, termasuk warna kulit yang Tuhan anugerahkan, adalah wujud nyata dari iman dan penghormatan kepada Sang Pencipta. Jangan biarkan ketidakpuasan, luka batin, atau tekanan dunia mengaburkan nilai diri yang telah Tuhan tetapkan.
Kiranya setiap orang percaya belajar menerima diri, hidup dalam rasa syukur, serta memuliakan Tuhan melalui tubuh dan kehidupannya. Shalom. Tuhan memberkati. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini