Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Pakai Rambut Palsu, Oknum Polisi Pembunuh Dosen Cantik di Bungo Berusaha Hapus Jejak

oknum polisi pembunuh dosen cantik di bungo ternyata menggunakan rambut palsu atau wig untuk menutupi identitas aslinya.
Oknum polisi pembunuh dosen cantik di Bungo ternyata menggunakan rambut palsu atau wig untuk menutupi identitas aslinya. (Ist)

Sinata.id – Seolah tak ingin wajahnya dikenali, oknum polisi pembunuh dosen cantik di Bungo ternyata sempat mengenakan wig palsu demi menghapus jejak dan mengelabui warga. Aksi liciknya itu justru menjadi petunjuk penting yang menuntun polisi mengungkap identitasnya.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Bungo, Jambi, mulai terurai. Polisi berhasil mengungkap identitas pelaku yang ternyata oknum anggota Polri berinisial W (22).

Advertisement

Tak hanya tega menghabisi nyawa seorang dosen, pelaku juga mencoba menghapus jejaknya dengan cara tak biasa, menggunakan wig atau rambut palsu untuk menyamarkan penampilan.

Tim gabungan Satreskrim Polres Bungo dan Polres Tebo bergerak cepat.

Setelah melakukan pelacakan intensif, pelaku berhasil dibekuk di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Tebo Tengah pada Minggu (2/11/2025).

Baca Juga: Oknum Polisi Tega Habisi Dosen Cantik di Bungo Gara-gara Cemburu Buta

Saat diamankan, ia tak sempat melakukan perlawanan. Namun di hadapan penyidik, topeng penyamaran yang ia rancang rapi akhirnya terbuka.

Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, dalam konferensi persnya menjelaskan, polisi awalnya kesulitan menelusuri pelaku karena rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan sosok pria berambut panjang.

Namun dari hasil penyelidikan mendalam, ditemukan fakta mencengangkan, rambut panjang itu bukan asli, melainkan wig yang digunakan pelaku agar tak dikenali warga.

Baca Juga  Belum Menikah, Korban Mutilasi Tiara Angelina Saraswati dan Pelaku Tinggal Satu Kos

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti CCTV, pelaku memang menggunakan wig agar terlihat gondrong. Itu sesuai dengan kesaksian warga yang melihat sosok pria berambut panjang di sekitar lokasi,” ungkap Kapolres.

Ternyata, penyamaran itu tak cukup untuk menutupi jejak digital dan bukti forensik.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Dosen di Bungo Akhirnya Terungkap, Pelaku Diduga Oknum Polisi

Analisis percakapan WhatsApp antara korban dan pelaku menunjukkan adanya hubungan pribadi yang rumit, yang diduga menjadi pemicu aksi tragis tersebut.

Korban, Erni atau EY (37), dikenal sebagai dosen sekaligus Ketua Prodi S1 Keperawatan di Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo.

Kisah pilu ini bermula pada Sabtu siang (1/11/2025), saat warga Perumahan BTN Al-Kautsar, Kelurahan Sungai Mengkuang, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang wanita di dalam kamar rumahnya.

Korban ditemukan hanya mengenakan pakaian dalam, kepala tertutup bantal, dan kaki dibungkus sarung.

Saksi yang pertama kali menemukan jasad korban adalah tetangganya sendiri.

Merasa curiga karena rumah korban sepi dan kendaraan pribadinya tak terlihat, saksi mengintip dari pintu belakang yang ternyata tidak terkunci.

Baca Juga  Antony Minta Maaf Usai Kartu Merah Kontroversial, Betis Kehilangan Amunisi Jelang Derbi Andalusia

Saat pintu terbuka, tubuh korban sudah terbujur kaku di tempat tidur.

“Begitu laporan masuk, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa jejak digital korban,” ujar AKBP Natalena.

“Dari sana kami temukan komunikasi intens antara korban dan pelaku, yang kemudian mengarahkan penyelidikan pada seorang anggota Polri di Polres Tebo,” imbuhnya.

Baca Juga: Ada Jejak Sperma di Tubuh Dosen IAKSS yang Ditemukan Tewas

Tak butuh waktu lama, polisi menemukan fakta bahwa pelaku membawa kabur mobil Honda Jazz putih dan sepeda motor PCX milik korban.

Barang-barang itu kemudian dijadikan alat bukti utama yang memperkuat dugaan pembunuhan berencana.

Lebih mengejutkan lagi, hasil visum sementara menunjukkan adanya jejak kekerasan dan dugaan pelecehan seksual sebelum korban tewas.

Dokter forensik juga menemukan sperma di pakaian korban, memperkuat dugaan bahwa pelaku melakukan kekerasan seksual sebelum mengakhiri nyawa korban dengan keji.

“Motif sementara berkaitan dengan hubungan asmara dan masalah pribadi. Namun kami masih mendalami apakah ada faktor lain, termasuk kecemburuan atau tekanan emosional,” kata Kapolres.

Malam penangkapan pelaku disebut-sebut berlangsung cepat dan tanpa drama.

Polisi yang sudah mengantongi bukti kuat langsung mengepung lokasi kontrakan di Tebo Tengah.

Baca Juga  Komunitas Sinergitas Tingkatkan Literasi Anak Negeri

Saat digerebek, W terlihat pucat dan pasrah. Di dalam kontrakannya, polisi menemukan wig yang sama dengan ciri-ciri yang terekam CCTV.

Baca Juga: Dosen Cantik Erni Yuniati Ditemukan Tewas di Bungo, Diduga Korban Pembunuhan

Barang bukti lainnya yang diamankan antara lain telepon genggam korban, perhiasan emas, dan sejumlah pakaian yang diduga digunakan pelaku saat kejadian.

Polisi juga menyita laptop Macbook milik korban yang sebelumnya sempat hilang dari TKP.

Kapolres memastikan, meski pelaku adalah oknum anggota kepolisian, proses hukum akan berjalan tanpa intervensi dan dilakukan secara transparan.

“Tidak ada perlakuan khusus. Kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini adalah ujian integritas kami, dan kami pastikan publik akan tahu seluruh perkembangannya,” tegas AKBP Natalena.

Sementara itu, Kapolda Jambi turut memerintahkan agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan tuntas.

Pemerintah daerah bersama jajaran Polres Bungo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menunggu hasil resmi dari penyidik.

Kini, pelaku berinisial W telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.

Ia mengakui semua perbuatannya, dari pembunuhan, pemerkosaan, hingga upaya menghapus jejak dengan wig. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini