Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

DPR Bongkar Dapur MBG Isi 47 Karyawan dari Satu Keluarga

dugaan nepotisme mencuat di program makan bergizi gratis (mbg). dpr mengungkap ada dapur mbg pekerjakan 47 orang dari satu keluarga.
Muazzim Akbar. (Ist)

Sinata.idAnggota DPR, Muazzim Akbar, melontarkan kritik tajam dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI terkait proses perekrutan tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bukan tanpa alasan, Muazzim mengungkap sebuah temuan mengejutkan, ada satu unit SPPG yang ternyata diisi hingga 47 karyawan dari satu keluarga saja.

Advertisement

“Saya lihat ada SPPG yang pekerjanya anak, istri, ponakan, bahkan besan pengelola. Jadi total 47 orang, semua dari keluarganya sendiri,” ungkap Muazzim dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/10/2025).

Lapangan Kerja Tak Terserap

Padahal, jelas Muazzim, keberadaan SPPG seharusnya menjadi ruang untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. “Harapan kita kan supaya tenaga kerja lokal terserap. Tapi kenyataannya malah jadi ajang nepotisme,” katanya.

Baca Juga  Cabut Izin 28 Perusahaan Dinilai Tak Cukup, DPR Desak Pemerintah Jelaskan Pemulihan Ekologis

Ia bahkan mencontohkan kasus lain di Bali. Di sana, sebuah SPPG justru mendatangkan 21 pekerja dari Jawa lewat koperasi kepolisian. “Mereka memang profesional, bisa masak dengan standar, tapi tetap saja minim pekerja lokal yang direkrut,” ujarnya.

Muazzim menekankan, pekerjaan di dapur MBG bukan sekadar memasak, melainkan juga menjaga standar keamanan pangan. Ia mengingatkan pentingnya pelatihan bagi karyawan, mulai dari cara mengolah hingga menyajikan makanan siap saji.

“Kalau makanan dibiarkan terlalu lama, bisa berpotensi keracunan. Jadi pelatihan itu mutlak, bukan sekadar asal rekrut,” tegasnya.

Pengusaha Diduga Kuasai Banyak Dapur

Lebih jauh, Muazzim mengkritisi praktik lain yang tak kalah mengkhawatirkan: ada pengusaha yang disebut mengendalikan hingga tujuh SPPG sekaligus. “Seleksi berikutnya harus lebih ketat. Jangan sampai SPPG jadi monopoli segelintir pihak,” ujarnya.

Baca Juga  Bukan Hanya Rakyat Biasa, Dua Cucu Mahfud MD Juga Keracunan MBG

Pernyataan Muazzim itu disampaikan langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang hadir dalam rapat. Ia meminta BGN memperketat aturan seleksi dan memastikan perekrutan benar-benar berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan keluarga.

Sementara itu, anggota Komisi IX lainnya, Irma Suryani Chaniago, menyoroti lemahnya koordinasi di tubuh BGN. Ia menegaskan, tanpa kejelasan tanggung jawab antarpejabat, fungsi pengawasan DPR akan sulit berjalan.

“Bagaimana kami bisa mengawasi kalau tidak jelas siapa bertanggung jawab atas apa?” tegas Irma. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini