Simalungun, Sinata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Simalungun terus menunjukkan perkembangan.
Dari total target 95 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 40 unit kini telah beroperasi dan melayani masyarakat.
Koordinator Wilayah MBG Simalungun, Debora Claudia Purba, menyampaikan bahwa puluhan SPPG lainnya masih dalam proses pembangunan dan persiapan operasional.
“Untuk Simalungun ditargetkan sebanyak 95 SPPG. Saat ini yang sudah beroperasi 40 unit. Sebanyak 35 masih dalam tahap pembangunan, dan 10 lagi direncanakan beroperasi dalam waktu dekat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (27/2/2026).
Baca juga:Wakil Wali Kota Tanjungbalai Tinjau 3 SPPG, Pastikan Program MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan
Terkait perizinan, Debora menjelaskan bahwa dari 40 SPPG yang telah berjalan, baru 24 unit yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara sisanya masih menunggu proses penerbitan dari Dinas Kesehatan (Dinkes).
Untuk sertifikasi halal, dari 40 SPPG yang beroperasi, baru 10 unit yang telah memperoleh sertifikat halal. Adapun 30 lainnya masih dalam proses penerbitan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Seluruh SPPG sebenarnya sudah melakukan uji laboratorium, termasuk uji kualitas air dari Dinas Kesehatan. Jadi secara standar kebersihan dan keamanan pangan tetap kami pastikan terpenuhi. Untuk sertifikat halal, tinggal menunggu proses terbit dari MUI,” jelasnya.
Meski sebagian masih dalam proses administrasi, Debora memastikan seluruh SPPG tetap mengedepankan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap penyajian makanan.
Baca juga:Siantar Masih Kurang 17 SPPG dari Target 47 SPPG
Program MBG menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi anak usia dini dan pelajar. Dengan target 95 SPPG di Kabupaten Simalungun, layanan pemenuhan gizi diharapkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas hingga ke pelosok daerah.
Pemerintah daerah bersama tim koordinator wilayah optimistis seluruh target dapat terealisasi secara bertahap seiring rampungnya pembangunan serta proses perizinan dan sertifikasi. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini