Kerusakan terjadi pada jalur SUTET 275 kV Galang–Simangkuk, di mana tower T18, T19, dan T20 roboh, sementara tower T17 dan T21 mengalami kerusakan berupa kemiringan atau bengkok.
Selain itu, pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tebing Tinggi–Sei Rotan, enam tower yakni T77 hingga T82 dilaporkan roboh, sedangkan tower T76 mengalami kerusakan struktural.
Akibat gangguan tersebut, PLN menerapkan pengaturan pasokan listrik secara bergilir guna menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Warga Keluhkan Aktivitas Terganggu
Dampak pemadaman bergilir masih dirasakan masyarakat di sejumlah daerah. Bagus (25), warga Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, mengaku listrik di rumahnya padam dua kali dalam sehari.
Ia mengatakan kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari karena kebutuhan air di rumahnya bergantung pada pompa listrik yang menggunakan sumur bor.
“Kalau listrik mati, air juga tidak bisa mengalir. Terpaksa harus menumpang mandi di rumah tetangga,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Azan (34), warga Medan Selayang. Menurutnya, pemadaman listrik pada malam hari cukup mengganggu waktu istirahat keluarga.
Ia berharap proses perbaikan jaringan transmisi dapat segera diselesaikan sehingga pasokan listrik kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
PLN memastikan seluruh tim teknis terus bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi dan mengembalikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Sumut. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini