Pematangsiantar, Sinata.id – Pihak Yayasan Rehabilitasi Rindung membantah informasi yang menyebut keluarga klien meminta agar para klien yang sempat kabur tidak lagi dirawat di yayasan tersebut.
Ketua Yayasan Rehabilitasi Rindung, Rizal Damanik, mengatakan berdasarkan komunikasi yang dilakukan pihak yayasan, keluarga para klien justru meminta agar mereka tetap menjalani perawatan di lokasi rehabilitasi tersebut.
“Kami sudah menghubungi pihak keluarga masing-masing. Informasi yang menyebut keluarga meminta klien dipindahkan itu tidak benar. Mereka tetap ingin keluarganya dirawat di sini,” ujar Rizal saat ditemui di Jalan Rindung, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (19/5/2026) sore.
Meski demikian, Rizal mengaku pihak yayasan masih mempertimbangkan apakah klien yang sempat melarikan diri dapat diterima kembali. Menurutnya, tindakan tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi klien lain dan mengganggu program rehabilitasi yang sedang berjalan.
“Kami masih melakukan evaluasi karena ada kekhawatiran mereka dapat memengaruhi klien lainnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Rehabilitasi Rindung, Eka Purba, menegaskan apabila dugaan perlakuan yang disampaikan para klien benar terjadi, mereka seharusnya dapat menyampaikan langsung kepada keluarga saat jadwal kunjungan berlangsung.
“Kalau memang benar seperti yang mereka sampaikan, seharusnya mereka bisa mengungkapkannya saat kunjungan keluarga,” tutur Eka.
Yayasan Rehabilitasi Rindung diketahui memberlakukan jadwal kunjungan keluarga satu kali dalam dua minggu, yakni setiap Jumat dan Sabtu pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Sebelumnya, tujuh klien yayasan tersebut dilaporkan melarikan diri pada Sabtu (16/5/2026). Mereka diduga kabur karena mengalami kekerasan fisik selama menjalani rehabilitasi. Namun, pihak yayasan membantah tudingan tersebut.
Adapun tujuh klien yang kabur diketahui berasal dari sejumlah daerah, yakni inisial E dan D dari Kota Pematangsiantar, A dan R dari Kota Medan, R dari Indrapura, Kabupaten Batu Bara, R dari Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, serta H dari Kota Pekanbaru, Riau. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini