Beijing, Sinata.id — Presiden China Xi Jinping mengambil langkah drastis dengan memecat dua jenderal paling senior di negara itu, yakni Zhang Youxia dan Liu Zhenli.
Keduanya dicopot setelah Kementerian Pertahanan Nasional China mengumumkan penyelidikan atas dugaan “pelanggaran berat terhadap disiplin dan hukum”, Sabtu (24/1/2026).
Meski otoritas tidak merinci pelanggaran yang dimaksud, keputusan tersebut langsung mengguncang struktur komando militer China. Zhang Youxia merupakan Wakil Ketua pertama Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), organ Partai Komunis yang mengendalikan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Sementara Liu Zhenli menjabat Kepala Departemen Staf Gabungan CMC.
Dengan pemecatan ini, pucuk pimpinan militer China kini praktis hanya menyisakan dua figur, yakni Xi Jinping sebagai Ketua CMC dan Zhang Shengmin, wakil ketua yang selama ini menangani urusan disiplin internal militer.
Baca juga:AS-China Memanas Lagi, Trump Ancam Batalkan Pertemuan dengan Xi Jinping
Langkah tersebut dinilai sebagai eskalasi paling mengejutkan dalam kampanye panjang Xi Jinping membersihkan elite Partai Komunis dan PLA. Kejatuhan Zhang Youxia dianggap paling dramatis karena ia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Xi, bahkan memiliki ikatan historis yang kuat.
Ayah Zhang dan ayah Xi sama-sama berasal dari Provinsi Shaanxi dan pernah bertugas bersama dalam perang saudara China. Xi juga sempat mempertahankan Zhang menjabat melewati usia pensiun tidak resmi, bahkan mengangkatnya sebagai Wakil Ketua pertama CMC pada Kongres Partai 2022, saat Zhang berusia 72 tahun.
Zhang Youxia bergabung dengan PLA pada 1968 dan menjadi jenderal penuh pada 2011. Karier militernya menanjak hingga memimpin Departemen Peralatan Umum PLA, lembaga strategis yang mengurusi pengadaan senjata dan pengembangan alutsista. Namun, departemen ini juga kerap disebut sebagai salah satu titik rawan korupsi di tubuh militer China.
Sementara itu, Liu Zhenli dikenal sebagai perwira profesional dengan pengalaman tempur langsung dalam konflik perbatasan China–Vietnam. Ia pernah menjabat komandan Angkatan Darat PLA sebelum diangkat Xi sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan CMC pada 2022. Dalam perannya, Liu bertanggung jawab atas perencanaan operasi gabungan dan sistem komando strategis militer China, termasuk pengawasan kemampuan C4ISR.
Liu juga kerap melakukan kunjungan militer ke luar negeri, termasuk ke Indonesia pada Januari 2025 untuk membahas kerja sama pertahanan dan latihan bersama.
Baca juga:China–Korea Selatan Sepakat Pulihkan Hubungan Penuh
Pengamat militer dari Universitas Teknologi Nanyang, Zi Yang, menilai pencopotan Liu sulit dipahami dari sudut pandang profesional militer. Menurutnya, posisi Liu sangat krusial dalam peperangan modern dan membutuhkan kompetensi tinggi.
“Menyingkirkan perwira seperti itu bertentangan dengan prioritas kelembagaan PLA,” ujarnya, seperti dilansir Senin (226/1/2026).
Sejumlah analis internasional menilai pembersihan ini berpotensi berdampak besar terhadap moral dan kesiapan tempur PLA. Christopher K. Johnson, mantan analis CIA, menyebut langkah Xi sebagai penghancuran total terhadap komando tinggi militer China.
“Pembersihan terhadap figur sedekat Zhang Youxia menunjukkan bahwa kini tidak ada batasan bagi kampanye antikorupsi Xi Jinping,” ujarnya.
Sejak 2023, puluhan pejabat tinggi militer, perwira senior, hingga eksekutif industri persenjataan China telah diselidiki atau menghilang dari publik. Gelombang awal pembersihan menyasar Rocket Force, unit strategis pengelola rudal nuklir China, sebelum meluas ke jajaran elite PLA.
Baca juga:China Pamer Fujian, Kapal Induk Canggih Buatan Negeri Tirai Bambu
Meski Xi diyakini ingin menciptakan militer yang lebih bersih dan loyal dalam jangka panjang, para pengamat menilai dampak jangka pendeknya justru berisiko melemahkan kesiapan operasional.
“Banyak pengalaman hilang ketika para perwira tingkat atas disingkirkan,” kata Su Tzu-yun, analis militer dari Taiwan. “Ini dilema besar bagi Xi Jinping.”
Xi kini menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali struktur komando militer dan menyiapkan generasi baru perwira yang ia anggap bersih serta setia, sebuah proses yang diperkirakan memakan waktu bertahun-tahun. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini