Meski menetapkan status darurat kesehatan global, WHO menegaskan pembatasan perjalanan internasional secara total belum direkomendasikan saat ini.
Namun demikian, negara-negara diminta melakukan pemeriksaan keluar-masuk penumpang, terutama yang berasal dari wilayah terdampak.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menghentikan sementara deportasi migran ke Republik Demokratik Kongo menyusul meluasnya wabah Ebola.
Kebijakan tersebut muncul setelah AS memberlakukan pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola di DRC, Uganda, dan Sudan Selatan.
Kasus ini menjadi sorotan setelah seorang perempuan asal Kolombia bernama Adriana Zapata dilaporkan terlantar di Kinshasa usai dipindahkan dari Amerika Serikat.
Kuasa hukumnya menyebut Zapata kini berada dalam kondisi tidak pasti karena pemerintah AS menolak membawanya kembali dengan alasan pembatasan perjalanan akibat Ebola.
Presiden Refugees International sekaligus mantan pejabat respons Ebola USAID, Jeremy Konyndyk, mempertanyakan kebijakan tersebut.
“Jika tidak aman bagi orang untuk datang dari sana ke sini, maka seharusnya juga tidak aman mengirim orang ke sana,” ujarnya.
Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan seluruh penumpang dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan kini dialihkan ke Bandara Internasional Washington-Dulles untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan.
Pimpinan respons Ebola CDC, Satish Pillai, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pendekatan berlapis untuk menekan risiko penyebaran virus.
Meski wabah terus berkembang, pakar kesehatan masyarakat dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Alexandra Phelan, menilai risiko penyebaran Ebola ke Amerika Serikat tetap sangat kecil apabila protokol kesehatan diterapkan secara tepat.
WHO menekankan respons terhadap wabah Ebola tidak hanya berfokus pada pengawasan medis, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini