Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Rusia Serukan Diplomasi untuk Selamatkan Timur Tengah

rusia serukan diplomasi untuk selamatkan timur tengah
Rusia buka peluang diplomasi AS–Iran di tengah ancaman perang. Kremlin sebut jalur dialog masih terbuka, dunia menunggu keputusan penting. (Ist)

Moskwa, Sinata.id — Saat dunia dibayangi kemungkinan pecahnya konflik besar di Timur Tengah, sebuah pernyataan dari Rusia mendadak mengguncang panggung diplomasi global. Kremlin mengklaim, jalur perundingan antara Amerika Serikat dan Iran belum tertutup.

Sinyal ini muncul di tengah situasi yang semakin panas, ketika Washington memperlihatkan kesiapan militernya, sementara Teheran bersikukuh mempertahankan kepentingan strategisnya. Dunia kini berada di persimpangan: menuju meja perundingan, atau ke medan perang.

Advertisement

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa konflik bersenjata bukanlah satu-satunya jalan.

“Kami meyakini ruang dialog masih ada. Jalur diplomasi belum mati,” ujar Peskov, dikutip Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, penggunaan kekuatan hanya akan memicu “ketidakstabilan berskala besar” di kawasan dan dunia.

Baca Juga  Spirit Airlines Tutup Operasi, Ribuan Karyawan Terdampak dan Penumpang Terlantar

Pernyataan Rusia itu datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras. Trump menyebut, AS siap mengambil langkah militer jika Iran menolak kesepakatan terkait program nuklirnya.

Tidak berhenti di situ, Washington bahkan mengirim armada tempur tambahan ke kawasan Teluk. Langkah ini ditafsirkan banyak pihak sebagai tekanan terbuka terhadap Teheran.

Analis internasional menilai, ketegangan kali ini jauh lebih berbahaya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah perhitungan kecil saja bisa memicu konflik regional yang merembet ke level global.

Rusia kini berada di posisi yang unik. Moskwa memiliki hubungan strategis dengan Iran, namun juga menjaga komunikasi dengan Washington. Dalam situasi ini, Kremlin berusaha tampil sebagai penyeimbang kekuatan.

Baca Juga  Trump Dorong Rusia dan Ukraina Segera Berdamai

Menurut Peskov, eskalasi militer justru akan menutup peluang penyelesaian damai dan memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah.

“Tekanan dan ancaman tidak akan membawa solusi. Yang dibutuhkan adalah kemauan politik untuk duduk bersama,” kata Peskov.

Seruan Rusia mendapat dukungan dari sejumlah aktor global. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan bahwa dialog masih memungkinkan dan harus menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Iran menyatakan bersedia berbicara dengan Amerika Serikat, namun menolak negosiasi yang menyentuh sektor pertahanan dan kemampuan militernya. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini