Kopenhagen, Sinata.id – Penularan HIV (human immunodeficiency virus) dari ibu hamil kepada janin atau bayi baru lahir dapat terjadi selama masa kehamilan, persalinan, hingga menyusui.
Dilansir dari haibunda.com, Sabtu (21/3/2026), virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak setelah lahir.
Sejumlah negara telah berupaya memutus rantai penularan HIV dari ibu ke anak. Salah satu yang dinilai berhasil adalah Denmark.
Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan Denmark berhasil mengeliminasi penularan HIV dan sifilis dari ibu hamil ke bayinya. WHO bahkan memberikan sertifikasi sebagai bentuk pengakuan atas komitmen berkelanjutan negara tersebut dalam memastikan setiap bayi lahir bebas dari infeksi.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam kesehatan masyarakat.
“Eliminasi penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak merupakan pencapaian besar dalam bidang kesehatan publik,” ujarnya dalam pernyataan resmi WHO.
Ia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa komitmen politik yang kuat serta investasi berkelanjutan dalam layanan kesehatan primer dan kesehatan ibu-anak dapat melindungi ibu hamil dan bayi dari penyakit tersebut.
Penuhi Standar Internasional WHO
Berdasarkan penilaian WHO melalui Regional Validation Committee pada Juni 2025 dan Global Validation Advisory Committee (GVAC) pada Agustus 2025, Denmark dinilai telah memenuhi seluruh target dari 2021 hingga 2024.
Indikator tersebut mencakup tingkat penularan yang sangat rendah serta cakupan tinggi dalam pemeriksaan dan pengobatan prenatal bagi ibu hamil.
Direktur Regional WHO untuk Eropa, Hans Henri P. Kluge, menyebut Denmark sebagai negara Uni Eropa pertama yang mencapai capaian tersebut.
Menurutnya, eliminasi penularan ditandai dengan minimal 95 persen ibu hamil menjalani pemeriksaan dan pengobatan, serta angka infeksi bayi di bawah 50 kasus per 100.000 kelahiran setiap tahun.
Keberhasilan ini didukung oleh layanan antenatal yang kuat, sistem data yang andal, kapasitas laboratorium yang baik, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Denmark kini bergabung dengan sejumlah negara lain yang telah divalidasi WHO, seperti Brasil, Sri Lanka, dan Thailand.
Cara Penularan HIV dari Ibu ke Bayi
HIV merupakan virus penyebab AIDS. Penularan dari ibu ke bayi dapat terjadi melalui tiga jalur utama:
Selama kehamilan, ketika virus menembus plasenta dan menginfeksi janin.
Saat persalinan, melalui paparan darah dan cairan tubuh.
Melalui air susu ibu (ASI) selama proses menyusui.
Upaya Pencegahan Penularan
Mengacu pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penularan HIV dari ibu ke anak dapat dicegah dengan langkah-langkah berikut:
Skrining HIV bagi ibu hamil di fasilitas kesehatan.
Pemberian terapi antiretroviral (ARV) bagi ibu hamil yang terinfeksi.
Penanganan persalinan sesuai indikasi medis.
Pemberian profilaksis HIV pada bayi baru lahir.
Pemberian ASI sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan Denmark menjadi contoh nyata bahwa eliminasi penularan HIV dari ibu ke anak dapat dicapai melalui sistem kesehatan yang kuat dan komitmen berkelanjutan. Upaya serupa diharapkan dapat diterapkan di berbagai negara untuk melindungi generasi mendatang dari risiko infeksi sejak dini. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini