Jakarta, Sinata.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menghadirkan program Mudik Gratis Lebaran 2026 dengan skala yang lebih besar dan inklusif. Tidak hanya warga ber-KTP Jakarta, kini masyarakat dari luar ibukota pun bisa mendaftar selama kuota masih tersedia. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi transportasi aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dengan total 366 unit bus yang disiapkan untuk arus mudik tahun ini, jumlah armada meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurai kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan selama periode puncak perjalanan pulang kampung.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Emanuel Kristanto, menegaskan bahwa meski program tetap mengutamakan warga ber-KTP DKI, pendaftaran bagi warga luar Jakarta tidak ditutup selama kuota masih tersedia.
Baca Juga: Kalkulator TikTok Viral, Benarkah Bisa Langsung Tarik Uang?
“Diprioritaskan KTP DKI. Tapi, kami tidak menutup kemungkinan jika memang ada masyarakat yang memiliki KTP non-DKI, tetap akan kami layani,” ujar Emanuel dalam siaran podcast OKESIP, dikutip Rabu (25/2/2026).
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id, dengan calon peserta diminta melampirkan KTP dan Kartu Keluarga. Satu Kartu Keluarga dapat mendaftar untuk maksimal empat orang peserta.
Program mudik gratis tahun ini menerapkan sistem kluster berdasarkan tujuan yang membuat proses pendaftaran dan verifikasi lebih teratur serta menghindari penumpukan peserta seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahapan tersebut dijadwalkan bertahap hingga awal Maret 2026.
Setelah proses verifikasi selesai, pemberangkatan penumpang akan dimulai 17 Maret 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Sementara pengiriman sepeda motor peserta akan dilakukan lebih awal dari Terminal Pulogadung pada 16 Maret 2026.
Selain armada untuk arus mudik, Pemprov DKI juga menyiapkan 295 bus untuk arus balik, yang akan melayani penumpang dari 20 kota tujuan dengan total kuota mencapai sekitar 11.800 penumpang.
Menurut pihak penyelenggara, program mudik ini tak hanya soal pengangkutan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Model layanan gratis ini diyakini mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang sering menjadi penyebab utama kemacetan dan kecelakaan di musim mudik.
Penyelenggaraan mudik gratis juga selaras dengan praktik yang dilakukan pemerintah daerah lain, seperti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, yang juga menyediakan rute dan kuota besar untuk pemudik guna mendukung mobilitas masyarakat di masa Lebaran 2026. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini