Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

MBG Tetap Jalan di Ramadan, Ini Jadwal Libur dan Menu Khusus Lebaran

badan gizi nasional mengatur ulang distribusi mbg selama ramadan dan cuti bersama idul fitri. paket makanan kering disiapkan untuk menjaga asupan gizi penerima manfaat.
Badan Gizi Nasional mengatur ulang distribusi MBG selama Ramadan dan cuti bersama Idul Fitri. Paket makanan kering disiapkan untuk menjaga asupan gizi penerima manfaat. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berhenti meskipun memasuki periode libur panjang Ramadan dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah penyesuaian telah disusun oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjaga kesinambungan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan, di tengah jadwal distribusi yang berubah karena libur nasional.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026, yang mengatur operasional MBG sepanjang bulan suci dan masa cuti bersama Lebaran. Meski begitu, ada jeda sementara dalam penyaluran makanan bergizi pada tanggal tertentu di awal Ramadan dan ketika cuti bersama tiba.

Advertisement

“Distribusi MBG pada awal Ramadan tidak dilaksanakan mulai 18 hingga 22 Februari 2026, tetapi akan dimulai kembali serentak pada 23 Februari,” ujar seorang pejabat BGN saat menjelaskan jadwal baru program tersebut, dikutip Kamis (19/2/2026).

Baca Juga  Bupati Tapanuli Utara Luncurkan Program MBG untuk Anak Sekolah

Baca Juga: Setahun Turun 40 Bps, Bunga Kredit Bank Dinilai Masih Lambat

Selain itu, pada periode libur Idul Fitri 18–24 Maret 2026, penyaluran MBG juga tidak dilakukan secara rutin. Sebagai gantinya, paket makanan sehat akan dibagikan lebih awal kepada penerima manfaat.

Strategi ini, yang dikenal dengan skema paket bundling, dirancang untuk memastikan penerima tetap memperoleh kebutuhan gizi selama beberapa hari libur sekaligus. Menurut BGN, paket bundling tersebut hanya disiapkan untuk maksimal tiga hari konsumsi agar makanan tetap aman dan bergizi saat diterima dan diolah oleh keluarga atau sekolah.

Selain penyesuaian jadwal, BGN juga menetapkan standar menu baru selama Ramadan dan periode libur nasional. Jenis makanan yang disalurkan akan menghindari produk ultra-processed food (UPF) atau makanan pabrikan yang biasanya mengandung additives dan pengawet. Ini untuk menjamin bahwa MBG tetap sehat, aman, serta sesuai kebutuhan gizi masyarakat.

Baca Juga  Gus Miftah Soroti Polemik MBG: Programnya Baik, Tapi....

Menu yang direkomendasikan dalam paket MBG mencakup sejumlah bahan bergizi seperti telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, kurma dan pangan lokal lain yang aman dikonsumsi pada saat puasa atau libur sekolah. Penyesuaian menu ini menjadi poin penting karena sebagian penerima program, seperti siswa SD, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetap menerima MBG selama periode tersebut.

Sementara itu, penyampaian program MBG di berbagai daerah juga mengikuti karakteristik lokal. Misalnya di Kalimantan Timur, sekolah-sekolah menyerahkan paket MBG berupa makanan kering kepada peserta didik yang berpuasa agar bisa dikonsumsi saat berbuka di rumah mereka.

Walau begitu, kebijakan penyesuaian ini tidak serta merta bebas dari respons publik. Beberapa pedagang kecil yang bergantung pada komoditas tertentu, seperti kurma musiman, mengaku merasakan dampak dari permintaan besar akibat kebutuhan menu MBG Ramadan yang meningkat. Mereka melaporkan stok cepat habis dan harga melonjak tajam, sehingga pendapatan usaha kecil ikut terpengaruh. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini