Jakarta, Sinata.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul polemik kesalahan penilaian yang viral di media sosial.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan perlombaan ulang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan mengganti seluruh jajaran dewan juri. Dewan juri baru nantinya berasal dari unsur independen, seperti akademisi dan perwakilan dinas terkait.
“LCC tingkat Kalbar yang final akan kami lakukan ulang. Pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2026).
Menurut Muzani, perlombaan ulang akan dilaksanakan oleh Sekretariat Jenderal MPR selaku pelaksana kegiatan. Namun, ia memastikan tidak ada lagi dewan juri dari unsur internal MPR seperti pada perlombaan sebelumnya.
MPR juga mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan final LCC Empat Pilar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026). Karena itu, langkah pengulangan lomba diambil sebagai bentuk koreksi atas kesalahan penilaian yang menuai sorotan publik.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat dan protes atas ketidakpuasannya. Kami melihat itu sebagai bentuk pembelajaran demokrasi yang baik,” kata Muzani.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah menyatakan dewan juri lama telah dinonaktifkan dari seluruh rangkaian kegiatan LCC Empat Pilar MPR 2026.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan sanksi awal atas polemik kesalahan penilaian yang terjadi pada babak final tingkat Kalbar.
“Kalau sanksi administrasi lainnya masih dalam proses pendalaman sesuai aturan yang berlaku, termasuk mengacu pada ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ujar Siti.
Ia menambahkan, perlombaan ulang ditargetkan berlangsung pada Mei 2026. Saat ini, Setjen MPR masih mengoordinasikan kesiapan teknis pelaksanaan, termasuk panggung dan perangkat perlombaan lainnya.
“Kalau memungkinkan, kami ingin secepatnya agar persoalan ini segera selesai,” katanya.
Pada final sebelumnya, tiga sekolah yang berlaga yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.
Polemik muncul saat sesi pertanyaan rebutan karena terjadi dugaan kesalahan penilaian dari dewan juri. Protes peserta yang merasa dirugikan kemudian viral di media sosial setelah respons dewan juri menuai kritik warganet.
Dua dewan juri yang menjadi sorotan yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.
Sebagai langkah evaluasi, MPR memastikan dewan juri tersebut tidak akan lagi dilibatkan dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026, termasuk pada perlombaan ulang tingkat Kalbar.
Selain itu, MPR juga berkomitmen memperkuat evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini