Palu, Sinata.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi bahan perdebatan publik. Kali ini sorotan datang dari Kota Palu, Sulawesi Tengah, setelah sebuah dapur penyedia program tersebut membagikan donat dari merek terkenal kepada siswa sebagai bagian dari menu MBG.
Video pembagian makanan itu diunggah oleh akun TikTok milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duta Lere di Palu Barat dan langsung menyebar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat paket MBG yang berisi donat dari jaringan gerai populer.
Dalam keterangan video, pihak penyelenggara menuliskan pesan sederhana kepada para penerima manfaat.
“MBG spesial untuk adik-adik libur lebaran dari Duta Lere,” tulis akun tersebut dalam caption unggahan, dikutip Minggu (15/3/2026).
Namun alih-alih mendapat pujian, video itu justru memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung viral. Video pembagian donat itu dilaporkan telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali dan memancing ribuan komentar dari warganet.
Di kolom komentar, sebagian pengguna media sosial mempertanyakan apakah makanan seperti donat—yang identik dengan gula dan tepung—benar-benar sesuai dengan tujuan program MBG yang menekankan pemenuhan gizi bagi anak-anak.
“Kenapa nggak kasih buah aja sih? Apel atau pir yang segar,” tulis salah satu akun dalam komentar yang ramai dibagikan.
Komentar lain juga mempertanyakan konsep program yang seharusnya berfokus pada nutrisi, bukan sekadar merek makanan.
“Ini yang dikejar kan gizinya, bukan harga atau brand,” tulis warganet lainnya.
Selain soal kandungan gizi, diskusi di media sosial juga melebar ke isu lain: peran produk UMKM dalam program MBG.
Sejumlah pengguna internet menilai akan lebih baik jika dapur MBG memanfaatkan produk pangan lokal atau UMKM setempat dibandingkan membeli produk dari jaringan merek besar.
“Donatnya dari brand besar lagi, bukan dari UMKM,” tulis salah satu komentar yang ikut ramai diperbincangkan.
Pandangan tersebut memicu diskusi lebih luas mengenai bagaimana program MBG seharusnya tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga bisa memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.
Meski menu donat menjadi sorotan utama, laporan yang beredar menyebut paket makanan pada hari itu sebenarnya tidak hanya berisi donat.
Beberapa item lain seperti buah-buahan, roti, ayam ungkep, kurma, hingga telur juga disebut menjadi bagian dari menu yang dibagikan kepada siswa.
Namun karena donat berasal dari merek yang dikenal luas, item tersebut justru menjadi fokus utama perhatian publik. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini