Sinata.id β Di saat perhatian publik tersedot pada penanganan banjir di wilayah perkotaan, potret memilukan justru muncul dari daerah pedalaman. Di Paya Cukai, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, para pengungsi dilaporkan masih berjibaku dengan keterbatasan bantuan, terutama layanan kesehatan yang nyaris tak tersentuh.
Informasi ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial.
Unggahan akun TikTok @TOKO DAMRY, dikutip Rabu (17/12/2025), membuka tabir kondisi darurat yang dialami warga terdampak banjir di kawasan tersebut.
Rekaman itu memperlihatkan situasi pengungsian yang jauh dari kata layak.
Relawan yang masuk ke lokasi menemukan sejumlah warga dalam kondisi sakit tanpa penanganan medis memadai.
Baca Juga:Β Gubernur Mualem Terima Bantuan Darurat Rp9 Miliar dari Mensos
Beberapa di antaranya bahkan terpaksa bertahan di ruang terbuka, berbaring tanpa alas, selimut, maupun tenda perlindungan yang semestinya menjadi kebutuhan dasar di masa bencana.
Dalam video tersebut juga terungkap bahwa hingga hari itu, bantuan obat-obatan dan logistik kesehatan belum diterima secara optimal oleh warga Paya Cukai.
Kondisi ini membuat para relawan menyampaikan seruan terbuka agar bantuan darurat segera dikirimkan, khususnya dari tenaga medis.
βUntuk tim medis, mohon bawa obat-obatan ke sini,β ujar salah seorang relawan dalam rekaman video dengan nada mendesak.
Ia menegaskan situasi di lapangan kian mengkhawatirkan karena jumlah pengungsi yang jatuh sakit terus bertambah.
βBanyak korban yang sakit terpaksa tidur di sini,β ucapnya, menggambarkan kondisi pengungsian yang serba terbatas.
Baca Juga:Β Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Korban Banjir Aceh
Seruan tersebut ditutup dengan permohonan agar pihak terkait, terutama sektor kesehatan, segera turun langsung ke lokasi.
Relawan berharap penanganan tidak lagi terpusat di wilayah yang mudah dijangkau, melainkan juga menyentuh daerah terpencil yang sama-sama terdampak bencana.
Kisah dari Paya Cukai menjadi alarm keras bahwa distribusi bantuan pascabanjir masih menyisakan ketimpangan.
Di balik laporan penanganan bencana, masih ada warga yang menunggu uluran tangan, agar hak dasar mereka untuk hidup layak dan sehat dapat segera terpenuhi. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini