Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Uang dan Emas Rp101 Juta Raib, Korban Pencurian di Siantar Utara Mengaku Diminta Uang Operasional

uang dan emas rp101 juta raib, korban pencurian di siantar utara mengaku diminta uang operasional
Korban pencurian, Nurmi Purba . (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Harapan Nurmi Purba (62) untuk memperoleh keadilan mulai memudar.

Pedagang sayur yang berjualan di Pasar Dwikora Parluasan, Kecamatan Siantar utara, Kota Pematangsiantar, itu mengaku kecewa karena pelaku pencurian yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp101 juta hingga kini belum berhasil ditangkap.

Advertisement

Peristiwa tersebut terjadi pada 15 Januari 2026 di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara. Saat itu, seorang perempuan yang diduga berpura-pura menjadi pembeli berhasil membawa kabur uang tunai dan perhiasan emas milik korban.

Meski laporan polisi telah dibuat sejak lima bulan lalu, Nurmi mengaku belum melihat perkembangan berarti dalam penanganan kasus tersebut. Padahal, menurutnya, wajah pelaku terekam jelas melalui kamera pengawas (CCTV).

Baca Juga  Lewati Tenggat 60 Hari Rekomendasi BKN, Wali Kota Pematangsiantar Disorot

“Saya sudah melapor dan rekaman CCTV juga ada. Wajah pelaku terlihat jelas, tapi sampai sekarang belum juga ditangkap,” ujar Nurmi, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nurmi, uang dan emas yang hilang merupakan hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun berdagang sayur. Harta tersebut menjadi tabungan yang dipersiapkan untuk masa tua.

Korban juga mengaku pernah diminta memberikan uang operasional sebesar Rp300 ribu oleh oknum polisi yang disebut dapat membantu proses penanganan perkara. Namun, setelah uang diberikan, ia mengaku belum melihat perkembangan yang diharapkan.

“Saya sudah capek mengurus ini. Sudah ke sana kemari mencari kejelasan. Bahkan diminta uang jalan saya kasih. Tapi sampai sekarang pelaku belum juga tertangkap,” ungkapnya.

Baca Juga  Dapur Pabrik Tahu di Jalan Ahmad Yani Dilalap Api Saat Dini Hari

Meski demikian, Nurmi masih berharap sebagian hartanya dapat kembali dan pelaku segera ditangkap agar kasus tersebut memperoleh kepastian hukum.

“Saya hanya ingin ada hasil. Kalau pun tidak semuanya kembali, setidaknya ada kejelasan dan pelakunya ditangkap,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, Nurmi mempertanyakan lambannya proses hukum yang ia rasakan selama ini.

“Apakah karena saya orang susah sehingga kasus saya tidak menjadi perhatian? Padahal uang itu hasil saya berdagang bertahun-tahun. Saya mohon kepada pihak kepolisian, tangkap pelakunya,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, meminta agar perkembangan perkara tersebut ditanyakan langsung kepada Polsek Siantar Utara yang menangani penyelidikan.

“Konfirmasi ke Polsek Siantar Utara yang menangani perkaranya ya,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga  Pria di Medan Ditemukan Tewas Terikat, Diduga Usai Ketahuan Mencuri Buah

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Siantar Utara, IPDA Ricardo Rajagukguk, menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi telah mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV, termasuk kamera milik pemerintah dan beberapa titik yang diduga dilalui pelaku.

“Masih dalam proses penyelidikan. CCTV dari Kominfo dan beberapa CCTV yang dilalui pelaku sudah kami dapatkan. Namun identitas pelaku masih belum diketahui,” jelas Ricardo.

Ia menegaskan bahwa penyelidikan belum dihentikan dan pihaknya terus berupaya mengungkap identitas pelaku. “Masih kita upayakan,” pungkasnya. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini