Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

Trump Umumkan Kilang Minyak Baru di AS, Proyek Pertama dalam Hampir 50 Tahun

trump umumkan kilang minyak baru di as, proyek pertama dalam hampir 50 tahun
Donald Trump. (cnn)

Washington DC, Sinata.id — Amerika Serikat bersiap memasuki babak baru dalam industri energinya. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pembangunan kilang minyak baru yang disebut menjadi proyek pertama di negara itu dalam hampir setengah abad.

Fasilitas pengolahan minyak tersebut direncanakan berdiri di Brownsville, Texas, dekat perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko. Proyek ini digagas oleh perusahaan America First Refining dan akan memproses minyak mentah dari ladang shale domestik Amerika.

Advertisement

Trump menyebut pembangunan kilang ini sebagai langkah besar bagi sektor energi dan industri dalam negeri. Dalam pernyataannya, ia menilai proyek tersebut akan memperkuat pasokan energi nasional sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan selatan Texas.

Baca Juga  AS Siaga Serang Iran, Adu Kekuatan Militer Kedua Negara Jadi Sorotan

“Proyek ini akan memperkuat keamanan energi Amerika dan membawa dampak ekonomi besar,” tulis Trump saat mengumumkan rencana tersebut, dikutip Rabu (11/3/2026).

Kapasitas Besar, Investasi Miliaran Dolar

Kilang baru itu dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 168 ribu barel minyak per hari. Pembangunannya diperkirakan menelan investasi miliaran dolar dan akan memanfaatkan minyak ringan dari produksi shale Amerika.

Pendanaan proyek juga melibatkan investor energi global. Trump secara terbuka menyebut perusahaan raksasa India Reliance Industries sebagai salah satu pihak yang memberikan dukungan investasi untuk proyek tersebut.

Perusahaan tersebut bahkan disebut telah menandatangani kesepakatan jangka panjang untuk membeli produk yang dihasilkan kilang tersebut selama sekitar 20 tahun ke depan.

Baca Juga  Ukraina, AS, dan Rusia Gelar Pertemuan Trilateral Perdana Sejak 2022

Pertama Sejak Era 1970-an

Jika proyek ini benar-benar terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi kilang minyak baru pertama yang dibangun di Amerika Serikat sejak akhir 1970-an.

Sebagian besar kilang di Negeri Paman Sam memang sudah beroperasi puluhan tahun dan dirancang untuk mengolah minyak berat dari negara lain seperti Venezuela atau Kanada. Kilang baru ini berbeda karena dirancang khusus untuk memproses minyak ringan dari produksi shale domestik.

Disambut Optimisme, Tapi Juga Skeptisisme

Di sisi lain, sejumlah analis energi mempertanyakan urgensi pembangunan kilang baru di kawasan Teluk Meksiko yang sudah dipenuhi fasilitas pengolahan minyak.

Sebagian pengamat menilai lokasi di Brownsville kemungkinan lebih difokuskan untuk pusat ekspor produk energi daripada memenuhi kebutuhan domestik Amerika.

Baca Juga  PM Greenland Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Dinegosiasikan di Tengah Isu AS

Meski begitu, pemerintah AS menilai proyek tersebut tetap strategis di tengah dinamika pasar energi global dan meningkatnya kebutuhan pasokan bahan bakar.

Jika konstruksi berjalan sesuai rencana, pembangunan kilang ini diperkirakan dimulai dalam waktu dekat dan menjadi salah satu proyek energi terbesar yang diumumkan Amerika Serikat dalam beberapa dekade terakhir. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini