New York, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mencopot Kristi Noem dari jabatannya sebagai Menteri Keamanan Dalam Negeri pada Kamis (5/3/2026).
Posisi tersebut rencananya akan digantikan oleh Senator Oklahoma Markwayne Mullin, yang masih menunggu persetujuan Senat AS.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan apresiasi atas kinerja Noem selama memimpin United States Department of Homeland Security.
“Saya berterima kasih kepada Kristi atas pengabdiannya di Keamanan Dalam Negeri,” tulis Trump.
Sebagai bagian dari perombakan kabinet, Trump menyebut Noem akan mendapatkan tugas baru sebagai utusan khusus untuk program keamanan regional yang disebut “Perisai Amerika”, sebuah inisiatif keamanan baru di kawasan Belahan Barat.
Baca juga:Tegaskan Serang Iran Murni Keputusannya, Trump: Bukan Israel Paksa Kami
Masa Jabatan Kontroversial
Pencopotan ini menandai berakhirnya masa jabatan Noem yang kerap memicu kontroversi selama memimpin kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.
Sejak dilantik setelah Trump kembali ke Gedung Putih, Noem dikenal aktif tampil di lapangan saat operasi penegakan hukum imigrasi. Ia bahkan beberapa kali terlihat mengenakan rompi antipeluru bersama agen federal dalam razia terhadap imigran ilegal.
Kebijakan yang didorong Noem termasuk langkah tegas untuk memperketat pengawasan perbatasan Amerika Serikat–Meksiko serta mempercepat proses deportasi bagi imigran ilegal.
Namun pendekatan tersebut menuai kritik karena dianggap terlalu agresif. Para pengamat menilai langkah Noem yang sering turun langsung ke lapangan sebagai strategi membangun citra politiknya.
Kritik dan Kontroversi Pengeluaran
Sejumlah kontroversi turut mewarnai masa jabatannya. Salah satunya ketika Noem menuai kritik karena mengenakan jam tangan mewah saat berkunjung ke penjara keamanan maksimum di El Salvador yang menampung migran yang dideportasi dari AS.
Baca juga:Trump Ancam Hentikan Semua Perdagangan dengan Spanyol Usai Penolakan Pangkalan Militer
Selain itu, anggota Partai Demokrat di Kongres menuding Departemen Keamanan Dalam Negeri menghabiskan sekitar US$220 juta untuk kampanye iklan pemerintah yang menampilkan Noem serta hampir US$200 juta untuk pengadaan dua jet mewah.
Noem sempat membela pengeluaran tersebut dalam sidang di Capitol Hill, dengan menyatakan bahwa Trump mengetahui program kampanye tersebut.
Namun Trump kemudian membantah pernyataan tersebut dan mengaku tidak pernah mengetahui adanya kampanye mahal itu.
Ketegangan Internal dan Tekanan Politik
Hubungan Trump dengan Noem dilaporkan mulai merenggang setelah sejumlah insiden penegakan hukum imigrasi yang memicu kontroversi publik, termasuk operasi di Minneapolis pada awal tahun ini.
Insiden tersebut menimbulkan kritik luas dan memicu evaluasi internal di Gedung Putih terhadap strategi penegakan hukum imigrasi yang dianggap terlalu keras.
Baca juga:Trump Klaim Ali Khamenei Tewas Diserang AS-Israel, Iran Berduka 40 Hari
Trump kemudian menugaskan penasihat perbatasan Gedung Putih, Tom Homan, untuk mengambil alih penanganan situasi tersebut, sebuah langkah yang dipandang sebagai sinyal berkurangnya kepercayaan terhadap Noem.
Beberapa tokoh Partai Republik bahkan secara terbuka mendukung perubahan kepemimpinan di departemen tersebut.
Pengganti dari Kalangan Sekutu Trump
Trump memilih Senator Markwayne Mullin sebagai calon pengganti Noem. Mullin dikenal sebagai sekutu dekat Trump dan memiliki pandangan keras terhadap isu imigrasi.
Apabila disetujui Senat, Mullin diperkirakan akan melanjutkan kebijakan penegakan imigrasi yang tegas, meskipun Gedung Putih juga diharapkan melakukan penyesuaian strategi menjelang tahun politik di Amerika Serikat.
Pencopotan Noem menjadi perombakan besar pertama dalam kabinet Trump pada masa jabatan keduanya. Pengamat menilai langkah ini menunjukkan Trump masih siap melakukan perubahan untuk merespons dinamika politik dan opini publik. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini