Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Maskapai Dinilai Tertutup, UU Penerbangan Digugat ke MK

penerbangan
Situasi di dalam pesawat. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Sinata.id – Transparansi maskapai dalam menjelaskan keterlambatan penerbangan menjadi sorotan dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (5/5/2026).

Para pemohon menilai maskapai masih tertutup dan kerap menyampaikan alasan keterlambatan tanpa bukti yang dapat diverifikasi.

Advertisement

Permohonan perkara Nomor 134/PUU-XXIV/2026 ini diajukan oleh Doris Manggalang Raja Sagala bersama sejumlah pemohon lain.

Dalam sidang lanjutan, para pemohon menyampaikan perbaikan permohonan, termasuk penambahan jumlah pemohon dari enam menjadi sepuluh orang.

Para pemohon menilai terdapat ketimpangan informasi antara maskapai sebagai pengangkut dan penumpang sebagai konsumen.

Maskapai dinilai memiliki akses penuh terhadap data operasional, sementara penumpang hanya menerima penjelasan sepihak.

“Maskapai hanya menyampaikan informasi tanpa disertai bukti otentik. Hal ini membuat penumpang tidak memiliki instrumen untuk menguji klaim tersebut,” ujar Doris dalam persidangan sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai menciptakan asimetri informasi yang melemahkan posisi tawar penumpang, terutama saat terjadi keterlambatan penerbangan.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini