Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Lemah Lembut, Kunci Memiliki Dunia dan Hati Manusia

kasih tidak sombong: refleksi iman kristen dari kisah daud dan goliat
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis.Ev. Daniel Pardede,SH.MH

Matius 5:5 — “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”

Advertisement

Saudaraku, pernahkah kita memperhatikan bagaimana seorang pedagang memperlakukan calon pembelinya?
Seorang penjual yang bersikap ramah, rendah hati, dan lemah lembut selalu memikat hati pembeli. Kadang pembeli bahkan tidak lagi mempermasalahkan harga, karena sudah terlebih dahulu jatuh hati pada sikap lembut dan penuh kasih dari sang penjual.

Begitu kuatnya daya tarik kelemahlembutan, sehingga seseorang bisa “memiliki dunia” — bukan karena kekuasaan, tetapi karena kasih dan kerendahan hati yang mengalir dari hatinya.

Demikian pula dalam pelayanan rohani.
Pelayanan yang dilakukan dengan hati lembut dan rendah hati akan membuka banyak hati untuk menerima firman Tuhan. Tetapi bila pelayanan disertai sikap keras, sombong, dan merasa diri paling benar, maka semua jerih lelah menjadi sia-sia, karena tidak membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Baca Juga  Memuliakan Tuhan dengan Harta, Mengalami Berkat dan Pemulihan

Tuhan Yesus sendiri adalah teladan utama dari kelemahlembutan.
Ia berkata:

> “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:29)

Bahkan nubuatan dalam Zakaria 9:9 digenapi ketika Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai muda (Matius 21:5).
Dialah Raja yang agung, tetapi datang dengan hati yang lembut.

*Firman juga berkata:*

> “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah.” (Amsal 15:1)

Itulah sebabnya, setiap pelayan Tuhan, setiap hamba, dan setiap anak-anak Allah harus memiliki roh yang lembut dan rendah hati, sebagaimana diajarkan dalam:
2 Timotius 2:23–26, 2 Korintus 10:1, Galatia 6:1, dan 1 Petrus 3:15.

Baca Juga  Renungan Pagi: Peringatan Keras dari Kisah Yehuda dan Tamar

Kelemahlembutan bukan kelemahan, melainkan kekuatan besar yang dikendalikan oleh kasih.
Ia tidak menuntut, tetapi memberi.
Ia tidak meninggikan diri, tetapi mengangkat orang lain.
Dan lewat kelemahlembutan itu, hati manusia dapat disentuh, dunia dapat dimiliki, dan Tuhan dapat dimuliakan.

> “Berbahagialah orang yang lemah lembut, sebab mereka akan memiliki bumi.” (Matius 5:5)

Lemah lembutlah maka dunia akan terbuka bagimu, dan hati Tuhan pun akan tinggal dalam dirimu.Shalom.(A27).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini