Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Ternyata Begini Cara Kerja Orb Pemindai Retina Mata World App

cara kerja orb, merekam serangkaian citra iris yang diolah menjadi kode iris, yakni representasi digital dari pola unik pada tekstur mata seseorang.
Cara kerja Orb, merekam serangkaian citra iris yang diolah menjadi kode iris, yakni representasi digital dari pola unik pada tekstur mata seseorang.

Sinata.id – Dalam beberapa hari terakhir, aplikasi World atau yang dikenal dengan World App menarik perhatian masyarakat Indonesia. Aplikasi ini menjanjikan kompensasi finansial hingga Rp800.000 kepada pengguna yang bersedia melakukan pemindaian mata.

Cara Kerja Orb Pemindai Retina Mata World App

World App merupakan aplikasi resmi milik Worldcoin, sebuah proyek global yang digagas oleh Sam Altman, pendiri OpenAI. Aplikasi ini dikembangkan oleh Tools for Humanity (TFH) dan berfungsi sebagai dompet digital untuk mengelola aset kripto, mengakses jaringan World Network, serta menyimpan identitas digital yang disebut World ID.

Advertisement

Salah satu perangkat utama dalam sistem ini adalah pemindai iris mata bernama Orb, yang berdiameter sekitar 20 sentimeter. Namun, dalam perkembangan terbarunya, TFH meluncurkan versi perangkat yang lebih ringkas, yakni Orb Mini. Alat ini seukuran ponsel dan dilengkapi dua sensor besar untuk memindai iris pengguna.

Baca Juga  Nubia Z80 Ultra Siap Menggebrak, Kamera Tersembunyi dan Layar Super Mulus

Menurut klaim TFH, sensor yang digunakan dalam perangkat Orb memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi dan memastikan bahwa iris yang dipindai benar-benar milik manusia. Sensor ini kemudian merekam serangkaian citra iris yang diolah menjadi kode iris (iris code), yakni representasi digital dari pola unik pada tekstur mata seseorang.

Pola iris manusia bersifat khas dan tidak ada yang identik, sehingga dapat digunakan sebagai identitas biometrik. TFH menegaskan bahwa kode iris tersebut akan dienkripsi dengan teknologi khusus untuk mencegah penyalahgunaan atau pengambilan ulang data biometrik dari citra aslinya.

Kode iris tersebut digunakan untuk memverifikasi bahwa seseorang belum pernah melakukan pendaftaran World ID sebelumnya. Setelah proses pemindaian selesai, seluruh citra iris yang diambil akan langsung dihapus dari perangkat Orb dan dikirim ke perangkat milik pengguna.

Baca Juga  Stasiun KRL Jatake Resmi Beroperasi, Layani Hingga 20 Ribu Penumpang per Hari

TFH menyatakan bahwa keamanan data iris sepenuhnya berada di tangan pengguna setelah proses transfer selesai. Mereka juga menjamin bahwa kode iris tidak akan meninggalkan perangkat milik pengguna.

Hingga 30 April 2025, World App mengklaim telah mencatatkan sebanyak 26 juta pendaftar secara global, dengan 12 juta di antaranya telah berhasil menyelesaikan proses verifikasi identitas. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini