Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Target 1.333 Rumah MBR di Siantar, Sudah Tercapai 625 Unit

target 1.333 rumah mbr di siantar, sudah tercapai 625 unit
Ilustrasi: Rumah MBR

Pematangsiantar, Sinata.id – Realisasi pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Pematangsiantar terus menunjukkan progres positif.

Dari total alokasi 1.333 unit rumah subsidi yang diberikan pemerintah pusat dalam program nasional pembangunan 3 juta rumah, ratusan unit telah terealisasi melalui akad kredit.

Advertisement

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Pematangsiantar, Eva Imelda menjelaskan, hingga Oktober 2025, pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk perumahan memenuhi kuota yang ditetapkan.

Sementara, berdasarkan catatan Asosiasi Real Estat Indonesia (REI), jumlah rumah yang telah memasuki tahap akad sampai Desember 2025 mencapai 625 unit.

Menurut Eva, pembangunan perumahan subsidi saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Siantar Sitalasari dan Siantar Martoba.

Baca Juga  Janji Tak Ditepati, Kadis LH Siantar Masih Gunakan Pelat Non-Dinas

Katanya, mayoritas unit yang dibangun merupakan rumah tipe 36, karena tipe tersebut menjadi satu-satunya yang memperoleh subsidi dari pemerintah.

“Untuk rumah dengan tipe lebih besar memang tidak masuk skema subsidi, namun pengembang tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menginginkan hunian dengan ukuran lebih luas,” jelasnya.

Program ini dirancang khusus untuk membantu MBR memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

Sebutnya, Provinsi Sumatera Utara memperoleh kuota 15.000 unit rumah subsidi, yang kemudian didistribusikan ke 33 kabupaten/kota, termasuk Pematangsiantar.

Antusiasme masyarakat terbilang tinggi, didorong oleh dukungan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Skema FLPP menawarkan berbagai kemudahan, seperti suku bunga tetap sebesar 5 persen per tahun, cicilan yang tidak berubah hingga masa kredit berakhir, serta uang muka yang relatif ringan.

Baca Juga  Siapa Catut Nama Wali Kota untuk Proyek? Kajari Tegaskan Jaksa Tidak Terlibat

“FLPP sangat meringankan MBR karena aturannya jelas dan cicilannya terjangkau,” tambah Eva.

Selain itu, FLPP juga memberikan fasilitas uang muka mulai 1 persen, tenor kredit hingga 20 tahun, serta Bantuan Subsidi Uang Muka (SBUM).

Perlindungan bagi debitur turut diperkuat melalui asuransi jiwa, kebakaran, dan kredit, sehingga memberikan rasa aman selama masa pembiayaan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini