Tapanuli Utara, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara gelar Sosialisasi, Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Training of Trainers (ToT) Digitalisasi Bantuan Sosial bagi 510 agen dan pendamping di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan merupakan tindak lanjut terpilihnya Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) sebagai salah satu dari 42 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi lokasi perluasan proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial tingkat nasional.
Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Tapanuli Utara, Satya Dharma Nababan, mewakili Bupati Tapanuli Utara.
Turut hadir Direktur Integrasi Data Kependudukan Daerah Ditjen Dukcapil Kemendagri, R Agus Irawan, Kasubdit Monitoring, Evaluasi dan Dokumentasi Ditjen Dukcapil, perwakilan Kementerian Sosial RI, Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), serta Bank Indonesia.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tapanuli Utara, Rafles Sergius Gultom, menjelaskan kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi untuk mengakomodasi 510 peserta dari 15 kecamatan.
Peserta terdiri dari operator SIKS-NG, petugas PPKB, pekerja sosial masyarakat, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping TKSK, serta ASN Dinas Sosial PPPA.
Dalam pemaparannya, R. Agus Irawan menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mempermudah layanan perlindungan sosial dan administrasi kependudukan secara digital.
Ia juga mengingatkan para agen agar menjaga keamanan data pribadi serta menerapkan penggunaan perangkat digital yang aman guna menghindari risiko kejahatan siber.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial RI menyebut keberadaan 510 agen tersebut akan membantu memastikan proses integrasi, verifikasi, dan validasi data bantuan sosial berjalan lebih akurat sehingga dapat meminimalkan potensi salah sasaran dalam penyaluran bantuan.
Perwakilan KPTDP, Samuel Tampubolon, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendukung transformasi digital.
Menurutnya, terpilihnya Taput sebagai daerah percontohan menunjukkan kesiapan infrastruktur teknologi informasi serta koordinasi pemerintah daerah dalam mendukung program nasional.
Melalui program ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini