Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Tangis Haru dan Mimpi yang Kembali Menyala, Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Hadapan Prabowo

siswa
Siswa Sekolah Rakyat di hadapan Prabowo. (Foto: Setneg)

Ia mengaku belum mampu membaca saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Namun berkat pendampingan para guru, wali asuh, dan wali asrama di Sekolah Rakyat, kini ia telah mampu membaca dengan lancar.

Advertisement

Di hadapan Presiden dan para tamu yang hadir, Rizky dengan percaya diri menunjukkan kemampuan membacanya.

Kisah tersebut menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan dapat mengubah masa depan seorang anak.

“Saya pas SD itu enggak bisa membaca. Setelah masuk Sekolah Rakyat saya diajarkan guru, wali asuh, dan wali asrama sampai akhirnya lancar membaca,” tutur Rizky.

Sementara itu, calon siswa Kadek Dewi Lestari bersama ibunya, Ni Nyoman Martini, turut menyampaikan rasa syukur karena putrinya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

Dengan mata berkaca-kaca, Martini mengucapkan terima kasih langsung kepada Presiden.

“Terima kasih Pak, anak saya sudah mau masuk sekolah,” ucapnya haru.

Dalam perbincangan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan cita-cita Kadek yang ingin menjadi guru tari.

Mendengar hal itu, Presiden memberikan semangat agar ia belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih impiannya.

“Belajar yang baik ya, nanti belajar yang baik ya,” pesan Presiden.

Kisah lain datang dari Ni Kadek Aryani, remaja berusia 15 tahun yang terpaksa berhenti sekolah selama dua tahun setelah lulus sekolah dasar akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Putri seorang petani itu mengaku sempat kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, meski memiliki keinginan besar untuk tetap bersekolah.

“Saya kepingin sekali dari dulu sekolah. Saya sudah tamat SD. Dua tahun sudah nggak sekolah,” ungkap Aryani.

Harapan itu kembali tumbuh ketika petugas program Sekolah Rakyat mendatanginya dan menawarkan kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan. Kesempatan tersebut disambutnya dengan penuh antusias.

“Saya berterima kasih sekali sama Pak Prabowo yang sudah mau bikin sekolah,” katanya. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini