Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Superflu Merebak, Sekolah Diminta Terapkan Prokes

superflu merebak, sekolah diminta terapkan prokes
Habib Syarief

Jakarta, Sinata.id – Meningkatnya kasus influenza A (H3N2) atau superflu di berbagai negara, termasuk Indonesia, mendorong perlunya kewaspadaan di lingkungan pendidikan.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, meminta sekolah kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara konsisten untuk mencegah penularan penyakit.

Advertisement

Menurut Habib, sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dengan interaksi intens, sehingga berisiko menjadi titik penyebaran penyakit menular. Karena itu, langkah pencegahan dinilai penting agar lonjakan kasus tidak semakin meluas.

Ia menekankan, anak termasuk kelompok yang rentan tertular. Aktivitas belajar yang padat perlu diimbangi dengan perlindungan ekstra agar siswa tetap bisa belajar dalam kondisi aman dan sehat.

Habib menyarankan agar kebiasaan dasar seperti memakai masker dan mencuci tangan kembali dibudayakan di sekolah. Fasilitas cuci tangan yang tersedia di area sekolah, kata dia, harus benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya menjadi pelengkap.

Baca Juga  Anggota DPR RI Soroti Maraknya Konten Tidak Etis di Medsos

Khusus mencuci tangan, siswa dianjurkan melakukannya selama minimal 20 detik dengan sabun antiseptik sebelum kegiatan belajar dimulai.

Pengawasan guru dan pihak sekolah dinilai krusial untuk memastikan kebiasaan hidup bersih dan sehat diterapkan secara berkelanjutan.

Selain itu, penggunaan masker disebut efektif untuk menekan risiko penularan virus yang memicu demam, nyeri sendi, dan gejala superflu lainnya.

Peran orang tua juga mendapat perhatian. Habib mengingatkan agar anak yang sedang sakit tidak dipaksakan berangkat ke sekolah demi mencegah penularan ke siswa lain. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci keberhasilan pencegahan.

Ia juga mendorong adanya sosialisasi yang lebih masif mengenai superflu kepada siswa, pendidik, dan orang tua. Edukasi yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan, sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung aman dan nyaman.

Baca Juga  Baleg DPR RI Bahas RUU Perlindungan Saksi dan Korban, Status LPSK Jadi Sorotan

Sebagai upaya lanjutan, Habib mengusulkan agar Kementerian Kesehatan mempertimbangkan pelaksanaan vaksinasi influenza di sekolah.

Menurutnya, vaksin merupakan langkah pencegahan yang efektif dan membutuhkan kerja sama lintas kementerian agar dapat segera direalisasikan. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini