Pematangsiantar, Sinata.id β Habisnya stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah SPBU di Kota Pematangsiantar memicu antrean panjang kendaraan angkutan barang (truk) dan penumpang (bus), Senin (1/6/2026).
Pantauan Sinata.id di lapangan menunjukkan puluhan truk dan bus mengantre di SPBU Jalan Ahmad Yani dan SPBU Jalan Medan sejak dini hari.
Untuk mendapatkan solar, sejumlah sopir mengaku menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar. Itu terpaksa mereka lakukan, agar mobil angkutan mereka bisa beroperasi sebagaimana lazimnya.
Iyan, salah seorang sopir yang ikut mengantri di SPBU Jalan Ahmad Yani mengatakan, bahwa dia telah telah mengantri di lokasi sejak subuh. Namun hingga pagi hari, pasokan solar yang ditunggu belum juga tiba.
βKami sudah menunggu sejak subuh. Informasinya, pasokan solar baru masuk siang ini,β ujar Iyan.
Kondisi serupa dialami Anto, sopir truk yang mengaku sengaja mengantre sejak malam sebelumnya karena bahan bakar kendaraannya hampir habis.
βSaya sudah di sini sejak tadi malam. Mau tidak mau harus menunggu sampai solar tersedia,β katanya.
Antrean kendaraan yang memanjang sempat menarik perhatian pengguna jalan. Sejumlah kendaraan terlihat berbaris di sekitar area SPBU untuk memastikan mendapat giliran saat distribusi solar tiba.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak SPBU menyebut, habisnya stok solar bukan disebabkan kelangkaan BBM bersubsidi, melainkan meningkatnya permintaan selama masa libur panjang.
Andri, petugas SPBU di Jalan Ahmad Yani mengatakan, selama libur panjang banyak bus antarkota dan kendaraan dari luar daerah yang mengisi bahan bakar di Pematangsiantar, sehingga stok yang tersedia lebih cepat habis dari perkiraan.
βIni bukan karena solar langka. Permintaan meningkat selama libur panjang sehingga stok lebih cepat habis. Banyak bus dari luar kota juga mengisi solar di sini. Pasokan tetap berjalan seperti biasa dan saat ini sedang dalam perjalanan,β jelasnya.
Untuk itu, Andri berharap, agar masyarakat dan para pengemudi untuk tetap tenang. Serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Mereka memastikan distribusi solar akan kembali normal setelah pasokan tiba.
Sementara para sopir berharap pengiriman solar dapat segera dilakukan agar aktivitas transportasi dan distribusi logistik tidak terganggu akibat keterbatasan pasokan BBM bersubsidi tersebut. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini