Pematangsiantar, Sinata.id – Lembaga Transparansi Makan Bergizi Nasional (LETRA-MBN) Koordinator Wilayah Pematangsiantar-Simalungun menyoroti dugaan pelanggaran ketaatan operasional di lingkungan kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Sofa III yang berlokasi di Jalan Rajamin Purba, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Koordinator Wilayah LETRA-MBN Pematangsiantar-Simalungun, Anthony Damanik, mengatakan pihaknya melakukan kunjungan ke lokasi pada Selasa (26/5/2026) untuk melakukan pemantauan terkait kepatuhan operasional SPPG.
Menurut Anthony, sebelum kunjungan dilakukan, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan serta daftar isian ketaatan peraturan kepada pengelola SPPG sekitar satu bulan sebelumnya.
“Saat kunjungan dilakukan pada jam operasional, tim pengawas tidak menemukan Kepala SPPG, ahli gizi, maupun staf akuntan di lokasi. Saat itu hanya terdapat petugas keamanan yang berjaga di bagian depan,” ujar Anthony, Kamis (4/6/2026).
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian guna memastikan standar operasional pelayanan dan administrasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Bukit Sofa III, Divo Samboja, menjelaskan bahwa pada saat kunjungan berlangsung dirinya bersama sejumlah staf sedang melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Divo mengungkapkan dirinya juga merangkap tugas sebagai koordinator wilayah Kecamatan Siantar Sitalasari sehingga memiliki agenda kunjungan rutin ke sejumlah dapur SPPG.
“Pada jam operasional, seluruh staf SPPG biasanya berada di dapur. Namun saat tim LETRA-MBN datang, kami sedang melakukan kunjungan ke sekolah penerima manfaat. Saya juga memiliki tugas sebagai koordinator kecamatan sehingga cukup sering melakukan kunjungan ke sejumlah dapur,” jelas Divo melalui pesan singkat.
Terkait kelengkapan administrasi dan standar operasional, Divo menyampaikan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah dimiliki oleh SPPG Bukit Sofa III.
Sementara itu, dokumen pendukung lainnya, seperti Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan Sertifikat Halal, saat ini masih dalam proses pengurusan.
“Untuk SLHS sudah tersedia. Sedangkan sertifikat lainnya masih dalam tahap pengurusan,” katanya.
LETRA-MBN berharap seluruh aspek operasional dan administrasi SPPG dapat terus ditingkatkan guna mendukung pelaksanaan program MBG secara optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini