Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Stockbit Mulai Kenakan Potongan Rp15 Ribu untuk Akses Data Saham Real-Time

investor ritel heboh usai aplikasi stockbit mulai kenakan potongan rp15.000 per bulan untuk akses data saham real-time dari bei.
Investor ritel heboh usai aplikasi Stockbit mulai kenakan potongan Rp15.000 per bulan untuk akses data saham real-time dari BEI. (Ilustrasi)

Sinata.id – Gelombang protes kecil tapi ramai menggema di kalangan investor ritel tanah air. Penyebabnya? Sebuah notifikasi kecil yang muncul di rekening dana nasabah (RDN) milik pengguna aplikasi perdagangan saham Stockbit. Potongan otomatis sebesar Rp15.000 yang mulai berlaku sejak awal Oktober.

Potongan itu langsung jadi bahan perbincangan hangat di berbagai komunitas investor, dari forum daring hingga grup Telegram. Banyak pengguna mengaku terkejut, bahkan ada yang merasa “ditagih diam-diam” oleh platform yang selama ini dikenal ramah bagi trader pemula.

Advertisement

“Awalnya gratis dan murah, lama-lama jadi jual mahal,” keluh seorang investor yang unggahannya memancing puluhan tanggapan senada.

“Padahal di sekuritas lain kayak Mirae atau IPOT nggak ada potongan begini,” tambah pengguna lain, dikutip Senin (13/10/2025).

Baca Juga  Polsek Medan Timur Bekuk Tiga Pelaku Pencurian Pintu Musholla

Ternyata Bukan “Ulah” Stockbit

Jika ditelusuri lebih dalam, potongan tersebut bukan inisiatif sepihak dari Stockbit. Berdasarkan keterangan resmi di situs perusahaan, biaya itu merupakan “live datafeed”, akses data real-time dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan fitur ini, pengguna bisa memantau detik demi detik pergerakan harga saham, volume transaksi, hingga aktivitas jual-beli di lantai bursa.

Namun, di balik transparansi data tersebut ada aturan resmi dari BEI yang memang mewajibkan biaya langganan data pasar. Biayanya pun disesuaikan dengan nilai transaksi bulanan pengguna.

Begini Simulasi Biaya dari BEI:

  • Transaksi di bawah Rp20 juta: gratis

  • Transaksi Rp20 juta – Rp100 juta: Rp15.000

  • Transaksi Rp100 juta – Rp1 miliar: Rp17.500

  • Transaksi di atas Rp1 miliar: Rp20.000

Baca Juga  Harga Bitcoin Rontok dalam Hitungan Menit, Likuidasi Ratusan Juta Dolar Guncang Pasar Kripto Global

Aturan ini sebenarnya sudah berlaku sejak 1 April 2023 dan dilakukan pemotongan otomatis dari saldo RDN setiap tanggal 5 bulan berikutnya. Dana potongan itu langsung disetorkan ke BEI, bukan ke Stockbit, sesuai dengan regulasi resmi bursa.

Pengguna Baru Masih Bingung

Meski sudah berlaku cukup lama, tampaknya belum semua pengguna, terutama investor pemula, mengetahui detail kebijakan tersebut. Beberapa di antaranya mengira potongan itu bentuk biaya tambahan dari Stockbit.

“Pemakai baru jadi bingung, karena platform lain nggak memberlakukan biaya seperti ini,” tulis salah satu anggota komunitas yang kini tengah viral di forum daring.

Pihak Stockbit sendiri menegaskan bahwa mereka hanya menjadi penyalur data resmi sesuai ketentuan BEI. Artinya, biaya tersebut merupakan standar nasional untuk akses data real-time, bukan bentuk pungutan tambahan dari platform.

Baca Juga  BEI Suspensi Saham PT TPL, Investor Diminta Cermati Informasi Perseroan

Berita Lain: Kebakaran Kios di Deli Serdang Diduga Karena Pengisian BBM Eceran Sambil Merokok

Dengan potongan Rp15.000 per bulan, investor kini membayar “kecepatan”, data bursa yang muncul real-time tanpa delay.

Namun, bagi sebagian pengguna, terutama trader kasual dengan transaksi kecil, kebijakan ini terasa mengejutkan. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini