Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Shutdown Pemerintah AS Bikin Dolar Ambruk, Rupiah Langsung Rebut Momentum

rupiah kembali menunjukkan ketangguhannya. di tengah melemahnya dolar as karena krisis anggaran, rupiah bersama mata uang asia lain sukses mencatat penguatan.
Rupiah kembali menunjukkan ketangguhannya. Di tengah melemahnya dolar AS karena krisis anggaran, rupiah bersama mata uang Asia lain sukses mencatat penguatan.

Sinata.id – Kupiah kembali menunjukkan taringnya. Di awal perdagangan Kamis (2/10/2025), mata uang Garuda sempat melemah di kisaran Rp16.637 per dolar AS. Namun, situasi berbalik arah dengan cepat. Hanya berselang satu jam lebih, tepat pukul 09.04 WIB, rupiah berhasil menembus zona hijau, menguat tipis 0,06% dan bertengger di level Rp16.600 per dolar.

Bukan hanya rupiah yang tampil perkasa. Mayoritas mata uang Asia pagi ini ikut menghijau, dipimpin oleh won Korea Selatan yang mencatat penguatan tertinggi 0,24%.

Advertisement

Dolar Taiwan menyusul dengan 0,19%, peso Filipina 0,09%, dan yen Jepang 0,07%. Satu-satunya yang terjungkal adalah baht Thailand, melemah 0,14%.

Tren ini menegaskan bahwa Asia sedang kompak memanfaatkan momentum, sementara dolar AS justru tergelincir.

Baca Juga  Rupiah Terancam Terus Melemah, Ekonom INDEF: Level Rp17.000 per Dolar Jadi Alarm Serius

Amerika Serikat kini menghadapi shutdown pemerintahan setelah gagal menyepakati anggaran tepat waktu.

Gedung Putih hanya bisa menjalankan fungsi dasar, sementara rilis data vital, seperti laporan ketenagakerjaan dan inflasi, tertunda.

Padahal, dua indikator itu menjadi acuan utama bank sentral The Fed menentukan arah suku bunga.

Akibatnya, investor bergerak menjauh dari aset berbasis dolar. Dollar Index pun anjlok tipis ke 97,767 dan tercatat turun empat hari beruntun, menyusut hampir 1% dalam sepekan terakhir.

Dengan kondisi ini, pasar global diprediksi akan terus bergejolak. Namun, bagi rupiah dan mata uang Asia lainnya, ini adalah kesempatan emas untuk unjuk gigi di tengah melemahnya dominasi dolar AS. (A46)

Baca Juga  Kos-kosan Jadi “Gudang Ekstasi”, Polisi Tangkap Dua Pengedar Muda

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini