Pematangsiantar, Sinata.id – Berawal dari kecintaan terhadap kuliner khas Minang, khususnya sate Padang, pasangan pengusaha muda Wilda Kurniati dan Aldino berhasil mengembangkan usaha kuliner yang kini mulai dikenal masyarakat Kota Pematangsiantar.
Usaha kuliner bernama Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi tersebut berlokasi di Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.
Wilda menuturkan, usaha tersebut lahir dari pengalaman dan kedekatannya dengan masakan Minang sejak kecil. Ia mengaku tumbuh di lingkungan keluarga yang akrab dengan kuliner Padang karena sang nenek merupakan penjual nasi Padang.
“Awalnya memang karena suka makan sate Padang. Ditambah lagi dulu nenek saya berjualan nasi Padang, sehingga sejak kecil saya sudah dekat dengan masakan Minang,” ujar Wilda, Senin (1/6/2026) malam.
Berbeda dengan kebanyakan penjual sate Padang yang umumnya beroperasi pada malam hari, Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi mengusung konsep pelayanan sejak pagi hingga malam.
Usaha tersebut melayani pelanggan mulai pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB. Setelah itu, operasional kembali dibuka pada pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Menurut Wilda, konsep tersebut dipilih karena melihat belum adanya usaha sate Padang di Pematangsiantar yang melayani pelanggan sejak pagi hari.
“Di sini masyarakat sudah bisa menikmati sate Padang sejak pagi. Setahu kami, konsep seperti ini belum ada di Pematangsiantar,” katanya.
Selain menyajikan sate Padang dengan cita rasa khas Bukittinggi, usaha ini juga menghadirkan inovasi menu berupa Mie Sate yang ditujukan untuk menarik minat kalangan muda, khususnya Generasi Z.
Tak hanya itu, salah satu menu yang paling banyak diminati pelanggan adalah Kerupuk Jangek Siram, yakni kerupuk kulit khas Minang yang disajikan dengan siraman kuah sate kaya rempah dan cita rasa autentik.
Meski baru beroperasi sekitar enam bulan sejak dibuka pada September 2025, perkembangan usaha tersebut dinilai cukup positif. Pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari kalangan pekerja, tetapi juga pelajar dan pecinta kuliner khas Sumatera Barat.
Wilda mengakui bahwa membangun usaha kuliner memiliki berbagai tantangan. Namun, menurutnya, komitmen dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalankan bisnis.
“Intinya harus memiliki komitmen, konsisten, dan tetap optimistis. Jika dijalani dengan serius, pasti akan ada jalan untuk berkembang,” ungkapnya.
Kini, Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi tidak hanya menjadi salah satu destinasi kuliner khas Minang di Pematangsiantar, tetapi juga menjadi bukti bahwa hobi dan kecintaan terhadap makanan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini