Medan, Sinata.id – Bika Ambon merupakan salah satu kue tradisional paling populer dari Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Kue ini memiliki tekstur lembut, kenyal, dan berpori seperti sarang, sehingga menjadi ikon kuliner daerah sekaligus oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung.
Meskipun disebut “Ambon”, kue ini tidak berasal dari Maluku. Asal-usul penamaan Bika Ambon masih menjadi perdebatan di kalangan masyarakat dan peneliti kuliner.
Menurut Elsa Sabrina, dosen tata boga Universitas Negeri Medan (Unimed), ada beberapa versi penamaan. Versi pertama menyebut kata “Ambon” berasal dari bahasa Melayu kuno yang berarti harum atau wangi, merujuk pada aroma khas kue saat dipanggang.
Versi lain menyebutkan bahwa kue ini dahulu banyak dijual di kawasan Jalan Ambon, Kota Medan, sehingga masyarakat mengenalnya berdasarkan lokasi tersebut.
“Sejarah kuliner Medan menunjukkan bahwa Bika Ambon sudah ada sejak era kolonial dan berkembang di tengah masyarakat Tionghoa dan Melayu. Resepnya diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Elsa, seperti dilansir Rabu (8/4/2026).
Dari segi bahan, Bika Ambon dibuat dari campuran tepung tapioka, telur, gula, santan, dan ragi. Proses fermentasi yang berlangsung selama beberapa jam menghasilkan tekstur berongga dan rasa lembut legit. Setelah mengembang, adonan kemudian dipanggang hingga matang.
“Bika Ambon menunjukkan bagaimana kuliner tradisional mampu bertahan menghadapi perkembangan zaman. Selain memiliki nilai ekonomi, kue ini juga menyimpan sejarah dan budaya yang kuat,” tambah Elsa.
Hingga kini, Bika Ambon tetap menjadi ikon kuliner Sumut yang terkenal di seluruh Indonesia. Aroma, cita rasa, dan teksturnya yang khas menjadikannya favorit lintas generasi dan memperkuat statusnya sebagai legenda kuliner Medan. (detik/A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini