Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.
Kisah para murid Yesus saat menantikan janji pencurahan Roh Kudus merupakan masa transisi yang krusial, yang sering disebut sebagai masa antara Kenaikan Yesus dan hari Pentakosta (selama 10 hari).
Berikut adalah gambaran kehidupan para murid dalam masa penantian tersebut berdasarkan catatan Kitab Suci:
1. Ketaatan pada Perintah
Setelah Yesus naik ke surga, para murid tidak langsung berpencar atau memulai misi mereka. Mereka menunjukkan ketaatan total terhadap instruksi Yesus untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Lukas 24:49).
2. Bertekun dalam Doa dengan Sehati
Kehidupan mereka berpusat pada persekutuan doa. Dalam Kisah Para Rasul 1:14 disebutkan bahwa mereka:
Sehati: Tidak ada perpecahan; mereka memiliki satu tujuan dan satu kerinduan.
Bertekun: Doa bukan sekadar aktivitas sesekali, melainkan sebuah gaya hidup yang konsisten selama masa penantian tersebut.
Bersama-sama: Mereka berkumpul di ruang atas (loteng), termasuk para rasul, Maria (ibu Yesus), saudara-saudara Yesus, dan perempuan lainnya.
3. Pemulihan Struktur Organisasi
Meskipun dalam masa menanti, mereka tetap bertindak secara praktis untuk mempersiapkan diri. Atas inisiatif Petrus, mereka mengadakan pemilihan untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot agar jumlah dua belas rasul tetap lengkap.
Metode: Mereka mencari syarat yang tepat (saksi mata pelayanan Yesus hingga kebangkitan) dan berdoa memohon petunjuk Tuhan sebelum membuang undi.
Hasil: Matias terpilih untuk bergabung dengan kesebelas rasul lainnya.
4. Pengharapan yang Aktif
Menanti Roh Kudus bukanlah penantian yang pasif atau penuh ketakutan. Meski sebelumnya mereka sering ragu, setelah melihat Yesus naik ke surga, mereka dipenuhi dengan sukacita besar (Lukas 24:52). Mereka terus berada di Bait Allah sambil memuliakan Allah.
Makna bagi Kehidupan Sekarang
Kehidupan para murid saat itu memberikan teladan tentang bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam menantikan janji Tuhan:
Sabar: Menunggu waktu Tuhan (Kairo).
Harmonis: Menjaga kesatuan hati dalam komunitas.
Siap: Membenahi diri dan struktur sebelum tanggung jawab yang lebih besar datang.
Puncaknya, penantian ini berakhir saat Roh Kudus turun dalam rupa lidah-lidah api pada hari Pentakosta, yang kemudian mengubah mereka dari sekumpulan orang yang bersembunyi menjadi pengkhabar Injil yang berani ke seluruh penjuru dunia. (SN7)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Pdt Manser sagala Gembala sidang GKII Pekanbaru.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini