Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

IHSG Ambruk 4,52 Persen, Rupiah Tembus Rp18.200 per Dolar AS

ihsg ambruk 4,52 persen, rupiah tembus rp18.200 per dolar as
Layar menampilkan IHSG yang anjlok signifikan. (afp)

Jakarta, Sinata.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Indeks ditutup merosot 4,52 persen atau 252,63 poin ke level 5.342,14 seiring meningkatnya tekanan dari sentimen domestik maupun global.

Advertisement

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut terpuruk dengan penurunan 5,50 persen atau 30,67 poin ke posisi 527,08.

Data perdagangan menunjukkan IHSG bergerak di rentang 5.317,90 hingga 5.523,94 sepanjang sesi perdagangan. Sebanyak 661 saham ditutup melemah, 78 saham menguat, dan 771 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp21,74 triliun dengan volume perdagangan 32,52 miliar saham yang berpindah tangan melalui 2,21 juta kali transaksi.

Rupiah dan Sentimen Global Tekan Pasar

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih berada dalam tren penurunan yang cukup kuat. Menurutnya, tekanan berasal dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari sisi global, data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan pasar memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Baca Juga  Menkeu Ungkap Masalah Coretax, Vendor Bermasalah Dipakai Lagi

Di dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut membebani sentimen investor. Berdasarkan data perdagangan, dolar AS sempat menyentuh kisaran Rp18.170 hingga Rp18.200.

“Pelemahan nilai tukar rupiah yang berlanjut hingga mencapai Rp18.200 per dolar AS turut menekan minat investor terhadap aset berisiko di Indonesia,” ujar Herditya.

Senada dengan itu, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut aksi jual masif dipicu oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap pasar domestik serta meningkatnya ketidakpastian global.

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang kembali memanas mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia lebih dari 4 persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global, potensi pelebaran defisit APBN Indonesia, serta kemungkinan kebijakan suku bunga tinggi yang lebih panjang dari bank sentral AS.

“Potensi penurunan IHSG masih terbuka secara teknikal dan berpeluang menguji level 5.100 dalam waktu dekat,” kata Ratna.

Baca Juga  Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi Setahun, Gejolak Energi Global Jadi Pemicu

Seluruh Sektor Saham Berada di Zona Merah

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh lini sektor saham. Berdasarkan klasifikasi IDX-IC, seluruh 11 sektor mengalami pelemahan.

Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 6,47 persen, diikuti sektor industri sebesar 6,00 persen dan sektor transportasi serta logistik sebesar 5,43 persen.

Selain itu, sektor teknologi turun 4,68 persen, sektor kesehatan melemah 4,44 persen, sektor konsumer nonprimer turun 4,36 persen, dan sektor energi terkoreksi 4,03 persen.

Top Gainers dan Top Losers

Di kelompok saham LQ45, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan, di antaranya:

ADMR naik 3,57 persen

MBMA naik 1,38 persen

UNVR naik 0,32 persen

Sementara saham dengan pelemahan terbesar di indeks LQ45 adalah:

TLKM turun 14,86 persen

HRTA turun 13,62 persen

ISAT turun 8,78 persen

PGAS turun 8,55 persen

JPFA turun 8,01 persen

Secara keseluruhan, saham yang mencatat penguatan tertinggi di pasar reguler adalah GRIA, FORU, ASPR, TPIA, dan PSDN. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam ditempati ENAK, PTSN, GPSO, TNCA, dan ANJT.

Baca Juga  Shutdown Pemerintah AS Bikin Dolar Ambruk, Rupiah Langsung Rebut Momentum

BBCA Jadi Saham Teraktif

Berdasarkan nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp3,5 triliun.

Posisi berikutnya ditempati:

BBRI Rp1,7 triliun

BMRI Rp1,5 triliun

TLKM Rp810,1 miliar

ANTM Rp712,7 miliar

Dari sisi frekuensi transaksi, BBCA juga menjadi yang paling aktif dengan 117.342 kali transaksi, disusul BBRI sebanyak 108.280 kali transaksi dan BUMI sebanyak 67.285 kali transaksi.

Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini juga sejalan dengan koreksi yang terjadi di sejumlah bursa utama Asia. Indeks Nikkei, Shanghai Composite, Hang Seng, dan Straits Times kompak ditutup di zona merah akibat meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global dan memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini