Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

RI Wajib Impor Migas dari AS, Tapi Solar Tetap Disetop: Ini Penjelasan ESDM

kesepakatan dagang energi dengan amerika serikat tidak mengubah kebijakan penghentian impor solar. esdm menyebut langkah ini bagian dari strategi ketahanan energi.
Kesepakatan dagang energi dengan Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan penghentian impor solar. ESDM menyebut langkah ini bagian dari strategi ketahanan energi. (Ilustrasi|Ist)

Jakarta, Sinata.id — Pemerintah menegaskan kembali komitmen menyetop impor solar sebagai bagian dari strategi kemandirian energi nasional, meskipun baru saja menandatangani perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) yang mewajibkan pembelian produk bahan bakar minyak (BBM) tertentu dari Negeri Paman Sam. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Langkah pemerintah tersebut muncul di tengah sorotan publik setelah Indonesia dan AS menyepakati Agreement between the United States of America and the Republic of Indonesia on Reciprocal Trade, yang memuat kewajiban pembelian energi senilai US$15 miliar atau sekitar Rp253,4 triliun. Kesepakatan itu mencakup pembelian gas LPG, minyak mentah, dan bensin olahan dari AS sebagai bagian dari penyeimbangan tarif bilateral.

Advertisement

Meski demikian, Anggia menegaskan bahwa kesepakatan dagang dengan AS tidak mengubah kebijakan energi nasional, terutama dalam hal penghentian impor solar yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. “Ini sesuai kesepakatan perdagangan … tapi kami tetap mengedepankan kemandirian energi kita,” ujarnya, menegaskan bahwa pembelian BBM dari AS adalah bagian dari trade agreement bukan pengaturan kebijakan energi domestik.

Baca Juga  Harga BBM April 2026 Resmi Tak Naik, Ini Daftar Lengkap di Semua SPBU

Baca Juga: Gugatan Lingkungan Rp200 Miliar dan Nasib Izin Martabe: Sejauh Mana Pemerintah Tegakkan Hukum?

Menurut dokumen perjanjian yang dipublikasikan pemerintah, Indonesia akan mengimpor sejumlah produk energi dari AS, termasuk gas LPG senilai sekitar US$3,5 miliar, minyak mentah US$4,5 miliar, dan bensin olahan US$7 miliar. Namun tidak ada kewajiban impor solar atau diesel yang tercantum dalam pasal-pasal kesepakatan, sehingga rencana penghentian impor solar tetap berlaku.

Pengamat energi menyebut bahwa putusan ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan diplomasi ekonomi dan agenda kemandirian energi nasional. Indonesia di satu sisi perlu menjaga hubungan dagang strategis dengan AS, terutama untuk membuka peluang ekspor dan investasi lebih luas; namun di sisi lain, pemerintah terus menargetkan pengurangan ketergantungan impor bahan bakar fosil, khususnya solar, melalui peningkatan produksi domestik dan pengembangan biofuel.

Baca Juga  Harga Emas Antam Naik Rp90.000, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Rencana penghentian impor solar turut terkait dengan target implementasi mandatori biodiesel B50, yang diproyeksikan mampu mengurangi kebutuhan impor solar secara signifikan pada pertengahan 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menghemat devisa negara.

Dengan tetap melanjutkan rencana setop impor solar meskipun terikat pada komitmen pembelian migas dari AS, pemerintah menunjukkan strategi yang menggabungkan diplomasi perdagangan dengan kemandirian energi. Namun, tantangan di lapangan termasuk kebutuhan pasokan, tekanan harga global, dan kebutuhan investasi kilang domestik tetap menjadi perhatian utama dalam waktu dekat. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini