Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Renungan Kristen: Makna Milik yang Kekal Menurut Mazmur 73:25–26

menjaga mulut dan lidah: refleksi iman kristen tentang panca indra dan roh
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH

 Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede,MH

Mazmur 73:25–26 menegaskan pengakuan iman seorang percaya yang telah menyadari bahwa satu-satunya milik yang benar-benar kekal hanyalah Allah sendiri.

Advertisement

Pemazmur berkata, “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” Pernyataan ini menunjukkan sikap iman yang tidak lagi bergantung pada harta, keturunan, maupun kehormatan duniawi.

Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak manusia yang beranggapan bahwa selama hidup di dunia, kekudusan dan kebenaran mustahil dijalani.

Pandangan ini membuat sebagian orang tetap bertahan dalam kehidupan yang tidak berkenan kepada Tuhan, tanpa pertobatan, dengan dalih bahwa manusia tidak mungkin lepas dari dosa selama masih hidup di dunia. Sikap tersebut pada hakikatnya adalah pembenaran diri, sebagaimana ditegaskan dalam Yeremia 2:35, ketika manusia merasa dirinya tidak bersalah di hadapan Tuhan.

Baca Juga  Kasih Tidak Pemarah: Renungan Pagi Kristen tentang Mengendalikan Amarah Menurut Amsal 15:18

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa dosa masuk ke dalam dunia melalui satu manusia, yaitu Adam, dan keselamatan datang melalui satu manusia pula, yakni Yesus Kristus (1 Korintus 15:21–22).

Artinya, manusia memang lahir dalam dosa, tetapi juga diberikan jalan keselamatan melalui karya penebusan Kristus. Kesadaran inilah yang melahirkan pertobatan sejati dan kehidupan yang diperbarui.

Mazmur 73:25–26 mencerminkan iman orang percaya yang telah lahir baru dan yakin akan keselamatan yang diterimanya.

Keyakinan tersebut membuatnya tidak lagi terikat pada nilai-nilai dunia seperti kekayaan (hamoraon), keturunan (hagabeon), dan kehormatan (hasangapon), karena ia telah menerima milik yang kekal di dalam Allah.

Alkitab menegaskan bahwa anugerah paling berharga dan kekal yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya adalah iman, pengharapan, dan kasih. Dari ketiganya, kasih menempati posisi yang paling utama (1 Korintus 13:13). Kasih inilah yang menjadi dasar hidup orang percaya dalam menjalani kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, baik di dunia maupun dalam pengharapan akan hidup yang kekal.

Baca Juga  Bencana dan Iman: Peringatan Rohani di Tengah Derita Bangsa Menjelang Kedatangan Kristus

Oleh sebab itu, orang percaya diingatkan agar tidak hidup dengan pola pikir bahwa kesucian hanya dapat dicapai di sorga. Firman Tuhan menegaskan bahwa selama hidup di dunia, umat Tuhan dipanggil untuk menolak perbuatan daging dan hidup menghasilkan buah Roh (Galatia 5:19–23).

Panggilan ini bukan sekadar tuntutan, melainkan respons iman atas keselamatan yang telah diterima.

Mazmur 1:1–6 kembali mengingatkan agar umat Tuhan tidak mengikuti nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.

Sebaliknya, hidup orang percaya harus berakar pada firman Tuhan yang direnungkan siang dan malam, sehingga hidupnya menjadi berkat dan menghasilkan buah pada waktunya.

Baca Juga  Makna Paskah: Kasih Yesus yang Nyata dalam Tindakan, Pengorbanan, dan Pemulihan Hidup

Ketika Allah menjadi satu-satunya milik yang kita andalkan, maka hidup di dunia tidak lagi dikuasai oleh kefanaan, melainkan diarahkan kepada kekekalan yang telah dijanjikan-Nya.(A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini