Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.
Pernyataan bahwa “kasih yang nyata adalah pribadi Yesus” bukan sekadar ungkapan puitis, melainkan fondasi utama iman Kristiani. Dalam teologi Kristen, kasih bukan hanya konsep abstrak atau perasaan, melainkan Pribadi yang hadir dan nyata di dunia.
Berikut penjelasan berdasarkan firman Tuhan:
- Yesus Adalah Perwujudan Kasih Allah
Alkitab menegaskan bahwa Allah adalah kasih. Cara paling konkret Allah menyatakan kasih-Nya adalah dengan mengutus Yesus ke dunia. Yesus adalah “terjemahan” kasih Allah dalam bentuk yang dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan manusia.
Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
1 Yohanes 4:9
“Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.”
- Kasih yang Terbukti Melalui Pengorbanan (Aksi, Bukan Kata)
Kasih dunia sering kali bergantung pada perasaan atau syarat. Namun, kasih dalam pribadi Yesus dibuktikan melalui tindakan pengorbanan yang nyata. Ia tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi menyerahkan nyawa-Nya ketika manusia masih berdosa.
Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Yohanes 15:13
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
- Kasih yang Penuh Empati dan Belas Kasihan
Dalam pribadi Yesus, kasih nyata terlihat melalui kepedulian terhadap penderitaan manusia. Ia tidak menjauh dari orang sakit, tidak menghakimi orang berdosa, dan turut merasakan dukacita manusia.
Matius 9:36
“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”
- Yesus Adalah Definisi dari 1 Korintus 13
Jika kita membaca 1 Korintus 13 dan mengganti kata “kasih” dengan nama “Yesus,” maka maknanya menjadi sangat nyata. Yesus adalah standar sempurna kasih yang sabar, murah hati, dan tidak menyimpan kesalahan.
1 Korintus 13:4–7
Yesus itu sabar dan murah hati.
Ia tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu.
- Kasih yang Memulihkan Hubungan
Kasih yang nyata tidak hanya memberi kenyamanan, tetapi juga memulihkan. Yesus datang untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan dengan sesamanya.
2 Korintus 5:19
“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka…”
Kesimpulan
Kasih yang nyata dalam pribadi Yesus ditandai oleh tiga hal: Inisiatif (Ia yang datang mencari manusia), Pengorbanan (Ia memberikan nyawa-Nya), dan Transformasi (kasih-Nya mengubah hidup manusia).
Kita mengenal kasih bukan dari definisi, melainkan dari memandang salib dan pribadi Kristus.
Seperti tertulis dalam 1 Yohanes 3:16:
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
Saya, sebagai gembala sidang Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) cabang Pekanbaru, mengucapkan selamat Paskah. Doa dan harapan kami kiranya kita semua semakin mengasihi Tuhan Yesus dalam keadaan apa pun.
Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan panggilan untuk mengalami dan mempraktikkan kasih yang sejati. Kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus di kayu salib adalah kasih yang hidup, berani berkorban, dan sanggup memulihkan setiap hati yang hancur.
Di tengah dunia yang penuh kepentingan diri dan kegelapan, kita dipanggil untuk menjadi terang melalui kasih yang nyata bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam tindakan sehari-hari.
Ketika kita mengampuni, menolong, dan tetap setia dalam kasih, di situlah Kristus dinyatakan melalui hidup kita.
Kiranya momen Paskah ini tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihidupi. Biarlah kasih Kristus mengalir, mengubah, dan menjangkau lebih banyak jiwa melalui kehidupan kita.
Selamat merayakan Paskah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini