Oleh: Ps. Dion Ponomban
Saat Teduh Abba Home Family
Senin, 12 Januari 2026
Bencana alam yang meluluhlantakkan Sumatera Utara dan sejumlah wilayah lain di Indonesia bukan hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang batin dan iman banyak orang. Ketakutan, kekecewaan, bahkan keputusasaan muncul di tengah masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, tidak sedikit yang mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan.
Pertanyaan-pertanyaan mendasar pun bermunculan:
1. Benarkah Tuhan itu ada? Jika Tuhan ada, mengapa semua ini harus terjadi?
2. Mengapa penderitaan seolah menimpa kami tanpa henti?
Di titik inilah iman sering kali diserang. Keraguan bukan datang begitu saja, melainkan menjadi alat untuk menggoyahkan kepercayaan manusia kepada kedaulatan Allah.
Namun iman Kristen menegaskan bahwa Allah tetap berdaulat dan berkuasa atas segala sesuatu, termasuk atas peristiwa-peristiwa yang tidak dapat dipahami oleh akal manusia.
Di balik setiap bencana, terdapat pelajaran rohani yang penting untuk direnungkan. Salah satu pelajaran utama adalah bahwa peristiwa-peristiwa ini merupakan penggenapan dari apa yang telah Yesus sampaikan mengenai tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya dan kesudahan zaman.
Pembacaan Alkitab
Matius 24:6β14 (TB)
βKamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang.
Namun berawas-awaslah dan jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku.
Dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.β
Pertanyaan Perenungan
Bagaimana pandanganΒ terhadap pernyataan Yesus tentang tanda-tanda akhir zaman (ayat 6β14)?
1. Apa yang menyebabkan kasih banyak orang menjadi dingin (ayat 12)?
2. Mengapa banyak orang memilih untuk murtad di tengah penderitaan (ayat 10β12)?
3. Apakah Anda sudah mempersiapkan diri secara iman untuk menghadapi semuanya itu (ayat 6β13)?
4. Langkah iman apa yang akan Anda ambil sebagai respons atas firman Tuhan hari ini?
Bencana dan penderitaan bukanlah tanda absennya Tuhan, melainkan peringatan agar manusia kembali kepada-Nya.
Firman Tuhan menegaskan bahwa semua yang terjadi tidak pernah lepas dari rencana dan kedaulatan Allah. Di tengah dunia yang semakin gelap, orang percaya dipanggil untuk tetap berjaga-jaga, memelihara kasih, serta bertahan dalam iman sampai pada kesudahannya.
Saat teduh bukan hanya waktu merenung, tetapi momentum memperteguh kepercayaan bahwa Tuhan tetap memegang kendali.
Kiranya setiap peristiwa yang mengguncang dunia justru menguatkan kita untuk hidup setia, berjaga, dan menjadi saksi Kristus di tengah zaman yang penuh tantangan.
Tetaplah bersaat teduh.
Tuhan menyertai dan meneguhkan iman kita semua.(A27).








Jadilah yang pertama berkomentar di sini