Tel Aviv, Sinata.id – Nama Eyal Zamir menjadi sorotan dunia setelah resmi menjabat sebagai Kepala Staf Umum Israel Defense Forces (IDF) pada 5 Maret 2025. Ia menggantikan Herzi Halevi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Zamir bukan sosok baru di lingkungan militer Israel. Ia lahir di Eilat pada 26 Januari 1966 dan tumbuh dalam keluarga berlatar belakang militer, yang turut membentuk perjalanan kariernya.
Ia bergabung dengan IDF pada 1984 dan menghabiskan sebagian besar masa dinasnya di korps lapis baja. Kariernya terus menanjak, dengan sejumlah posisi strategis yang pernah diembannya, termasuk memimpin Brigade Lapis Baja ke-7 dan Divisi ke-36.
Zamir juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Militer Perdana Menteri Israel pada 2012–2015 di era Benjamin Netanyahu. Selain itu, ia pernah memimpin Komando Selatan serta menjabat Wakil Kepala Staf IDF.
Sebelum mencapai posisi tertinggi militer, Zamir dipercaya sebagai Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel pada periode 2023–2025.
Naik di Tengah Konflik Besar
Penunjukan Zamir sebagai Kepala Staf IDF terjadi setelah konflik besar yang dipicu serangan Hamas pada Oktober 2023. Sejak saat itu, Israel terlibat dalam berbagai operasi militer di sejumlah wilayah, termasuk Jalur Gaza dan perbatasan Lebanon.
Dalam sistem pemerintahan Israel, keputusan strategis militer ditentukan oleh pemerintah dan kabinet keamanan. Sementara itu, Kepala Staf Umum IDF bertugas menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi strategi dan operasi di lapangan.
Dalam kapasitas tersebut, Zamir berada di level komando tertinggi militer, termasuk dalam berbagai operasi besar, seperti Operation Roaring Lion yang dilaporkan berlangsung sejak 2026.
Karier Militer dari Bawah
Zamir memulai karier militernya sebagai perwira di korps lapis baja. Ia pernah menjabat sebagai komandan peleton tank, komandan kompi, hingga komandan batalion.
Dalam perjalanan kariernya, ia juga terlibat dalam operasi militer besar seperti Operation Defensive Shield, serta memimpin berbagai divisi, termasuk Gaash Division dan unit cadangan lainnya.
Pengalaman panjang tersebut membentuk Zamir sebagai komandan yang matang, baik di lapangan maupun dalam perencanaan strategis.
Dekat dengan Pusat Kekuasaan
Selain pengalaman tempur, Zamir juga dikenal dekat dengan pusat kekuasaan. Ia pernah menjadi penasihat militer utama Perdana Menteri Israel dan memegang posisi penting dalam struktur pertahanan negara.
Pada 2015–2018, ia memimpin Komando Selatan yang berbatasan langsung dengan Gaza wilayah dengan tingkat konflik tinggi. Selanjutnya, ia menjabat Wakil Kepala Staf IDF pada 2018–2021 di bawah Aviv Kochavi.
Pada 2023, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel, memperkuat posisinya dalam pengambilan kebijakan strategis.
Pandangan Strategis dan Sikap Tegas
Secara akademik, Zamir memiliki latar belakang pendidikan di bidang ilmu politik dan keamanan nasional. Ia merupakan lulusan Tel Aviv University dan University of Haifa, serta pernah mengikuti program manajemen di Wharton School.
Ia dikenal memiliki pandangan tegas terhadap ancaman keamanan, termasuk terhadap Iran. Dalam beberapa kesempatan, ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, bahkan jika harus dicegah melalui langkah militer.
Zamir juga mendorong penguatan teknologi militer, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kemandirian industri pertahanan Israel.
Sorotan dan Kritik Internasional
Kepemimpinan Zamir tidak lepas dari sorotan global, terutama terkait operasi militer Israel di Gaza. Sejumlah organisasi hak asasi manusia, seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, menyoroti dampak besar konflik terhadap warga sipil.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga melaporkan kerusakan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.
Laporan berbagai pihak menyebutkan tingginya korban sipil, serta dugaan pelanggaran hukum internasional, termasuk serangan yang tidak proporsional dan pembatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan listrik.
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi militer tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan nasional.
Dengan pengalaman panjang di bidang militer dan pemerintahan, Zamir kini menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan militer Israel.
Perannya tidak hanya sebagai komandan lapangan, tetapi juga sebagai penghubung antara keputusan politik dan implementasi strategi militer di tengah konflik yang masih berlangsung. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini