Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Prabowo Tegur Jaksa dan Polisi: Adu Kuat Sama Koruptor, Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil!

presiden prabowo mengingatkan aparat penegak hukum: jaksa dan polisi, agar tidak memperberat beban rakyat kecil.
Presiden RI, Prabowo Subianto.

Sinata.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras di ruang sidang Kejaksaan Agung, Senin (20/10/2025). Dengan sorot mata tajam, ia meminta seluruh aparat penegak hukum, terutama jaksa dan polisi, untuk berhenti mencari-cari kesalahan rakyat kecil.

“Jangan mencari perkara terhadap orang kecil. Hidup mereka sudah susah, jangan diperberat lagi,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat acara penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp13,25 triliun dari hasil penyitaan kasus ekspor CPO.

Advertisement

Presiden mengaku menerima laporan adanya oknum penegak hukum di daerah yang menegakkan hukum dengan cara yang tidak manusiawi. Ia menyinggung contoh miris, seperti anak sekolah dasar ditangkap karena mencuri ayam dan seorang ibu dipenjara hanya karena mengambil kayu bakar untuk bertahan hidup.

Baca Juga  Legislator Soroti Dampak Bantuan Pangan dan WFA Jelang Mudik

“Yang seperti itu bukan penegakan hukum. Kalau bisa, jaksa dan polisi malah bantu mereka pakai uang pribadi,” katanya dengan nada kecewa.

Ia pun mengingatkan agar keadilan tidak hanya tajam ke bawah, tapi juga harus berani menembus ke atas.

Adu Kuat dengan Koruptor dan Pengusaha Nakal

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memuji langkah Kejaksaan Agung yang berhasil menyita Rp13,2 triliun dari total Rp17 triliun kerugian negara dalam kasus korupsi ekspor CPO. Namun ia menegaskan, keberhasilan itu baru awal. Negara, kata Prabowo, akan terus mengejar mereka yang selama ini dianggap “tak tersentuh hukum”.

“Kalau ada yang merasa kuat karena uang dan jaringan, mari kita adu kekuatan. Negara ini tidak lemah!” tegasnya lantang.

Baca Juga  BMKG Sebut Gempa M 7,6 di Bitung Termasuk Megathrust, Ini Penyebab dan Potensinya

Baca Juga: Emosi Bahlil Meledak, Paksa SPBU Swasta Taati Aturan: Atau Angkat Kaki dari Indonesia

Prabowo menegaskan, pemerintahannya tidak akan memberi ruang bagi pengusaha-pengusaha serakah yang mencari keuntungan dengan cara melanggar hukum.

“Dunia makin sempit, teknologi membuat semuanya transparan. Kalau masih berpikir bisa menipu bangsa sebesar Indonesia, mereka keliru besar,” ujarnya.

“Negara ini akan membuktikan, hukum tidak hanya tajam untuk orang lemah. Kita masih kuat, masih berdaulat, dan tidak akan tunduk pada keserakahan,” pungkasnya. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini