Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menggelar pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Jumat malam (24/1/2026). Pertemuan ini berlangsung tak lama setelah kedua pemimpin menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dan menegaskan kesinambungan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral.
Presiden Prabowo tiba di Istana Elysee selepas senja dan disambut dengan upacara kehormatan militer lengkap. Iringan korps musik serta barisan pasukan kehormatan menyertai prosesi penyambutan, yang dibalas Prabowo dengan penghormatan sebelum memasuki kompleks istana. Nuansa resmi berpadu dengan kehangatan sejak awal kedatangan delegasi Indonesia.
Presiden Macron menyambut langsung Presiden Prabowo di halaman istana. Keduanya berjabat tangan, disusul gestur akrab saat Macron merangkul Prabowo dan mengantarnya masuk ke dalam istana. Keakraban itu terekam jelas oleh kamera istana, bahkan disertai isyarat santai dari Macron saat berpose bersama—mencerminkan hubungan personal yang terjalin baik.
Menurut keterangan Sekretariat Presiden, kedua kepala negara kemudian menggelar makan malam pribadi di Salon des Portraits. Jamuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat, menjadi ruang dialog informal namun substantif untuk membahas isu-isu strategis serta peluang penguatan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, hingga kebudayaan.
Pertemuan kali ini menambah deretan perjumpaan penting kedua pemimpin. Sebelumnya, Presiden Macron telah beberapa kali menerima Prabowo di Istana Elysee, termasuk pada Juli 2024 dan Juli 2025. Sebaliknya, Prabowo juga pernah menjamu Macron dan istrinya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Mei 2025 bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis.
Kedekatan tersebut kian ditegaskan melalui penganugerahan Grand Cross of the Legion of Honour—penghargaan tertinggi Prancis—kepada Presiden Prabowo pada Mei 2025 di Akademi Militer Magelang. Rangkaian pertemuan dan simbol penghormatan ini menjadi penanda kuatnya kepercayaan serta kematangan kemitraan strategis Indonesia dan Prancis. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini