Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

PPATK: Transaksi Judi Online di Indonesia Didominasi QRIS

ppatk
Gedung PPATK. (Foto: Ist)

JAKARTA, Sinata.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap praktik transaksi judi online (judol) di Indonesia kini semakin masif dan memanfaatkan berbagai metode pembayaran digital.

Namun dari seluruh metode yang digunakan, transaksi melalui QRIS disebut menjadi yang paling dominan.

Advertisement

Ketua Tim Humas PPATK, Tri Andriyanto mengatakan aktivitas judi online saat ini memanfaatkan hampir seluruh platform pembayaran, mulai dari transaksi perbankan, dompet digital (e-wallet), hingga QRIS.

“Kalau bicara dalam konteks Indonesia, bahkan nominal transaksinya dominan menggunakan QRIS,” kata Tri Andriyanto, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penggunaan QRIS dalam transaksi judi online mencapai lebih dari 50 persen. Hal tersebut menunjukkan bagaimana layanan pembayaran digital yang praktis dan cepat juga rentan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

PPATK menilai perkembangan judi online saat ini semakin mengkhawatirkan karena transaksi berlangsung sangat cepat dengan skala yang terus membesar.

“Kita berhadapan dengan persoalan kecepatan yang makin cepat soal transaksi judi online, skalanya makin besar dan karena platform keuangan itu semuanya serba dipakai,” ujarnya.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini