Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Postingan Daniel Hananya Sinaga Picu Perdebatan Publik soal Prediksi Pilpres 2029

postingan daniel hananya sinaga picu perdebatan publik soal prediksi pilpres 2029
Postingan terkait Capres dan Cawapres 2029. (facebook)

Jakarta, Sinata.id — Sebuah unggahan di media sosial yang dibuat oleh akun Facebook Daniel Hananya Sinaga II mendadak menjadi perhatian publik dan memicu diskusi hangat warganet terkait peta persaingan politik nasional.

Dalam unggahannya yang dibagikan satu hari lalu, Daniel mengaku kesulitan memprediksi siapa kandidat yang berpeluang menang jika konstelasi politik diisi oleh sejumlah nama yang beredar saat ini. Ia menilai ada banyak faktor yang saling bertabrakan dan membuat hasil akhir sulit ditebak.

Advertisement

“Kalau pilihannya begini, aku nggak bisa memperkirakan siapa yang akan menang,” tulis Daniel dalam unggahannya, seperti dilihat Senin (26/1/2026).

Ia menyebut pasangan Purbaya Yudhi Sadewa-Sherly Tjoanda Laos (Purbaya–Sherly) berpotensi meraih kemenangan karena dinilai dapat menampung suara masyarakat yang kecewa terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo–Gibran).

Baca Juga  Hampir 800 Ribu Tiket Kereta Api Reguler Diserbu Pemudik

Namun, Daniel juga menyoroti faktor sentimen kedaerahan yang menurutnya masih sangat kuat dalam politik nasional.

Baca juga:Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Maju Lagi di Pilpres 2029

“Selama ini Presiden yang terpilih lewat pemilu selalu orang Jawa. Itu yang jadi penghalang Purbaya,” lanjutnya.

Unggahan tersebut langsung menuai ribuan respons warganet. Hingga kini, tercatat lebih dari 8.700 tanggapan dengan beragam pandangan, mulai dari dukungan terhadap tokoh tertentu hingga ungkapan skeptisisme terhadap seluruh pilihan yang ada.

Sebagian warganet secara terbuka menyatakan dukungan kepada figur Gibran dan KDM (Kang Dedi Mulyadi), sementara lainnya mengaku bingung bahkan memilih untuk bersikap golongan putih (golput) jika dihadapkan pada pilihan tersebut.

Baca Juga  Pemerintah Luncurkan “MudikPedia” Lebaran 2026, Semua Informasi Mudik Kini Cukup di Satu Link

“Kalo konstelasinya begini sudah jelas Gibran–KDM yang menang,” tulis salah satu pengguna.

Ada pula komentar bernada satire dan kritik, termasuk warganet yang menyebut seluruh opsi kandidat “problematis” atau bahkan melemparkan nama figur publik non-politik sebagai candaan.

Perdebatan ini mencerminkan dinamika opini publik yang semakin terbuka di ruang digital, sekaligus menunjukkan bahwa peta politik nasional masih sangat cair.

Baca juga:Narasi Ijazah Palsu Jokowi Menggulung Elite Nasional, PDIP hingga Demokrat Pasang Badan

Diskusi warganet juga menegaskan bahwa faktor sentimen kedaerahan, kepuasan terhadap pemerintahan, serta figur kandidat tetap menjadi variabel penting dalam menentukan arah dukungan masyarakat ke depan.

Dalam postingannya, Daniel juga menampilkan foto pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2029 lengkap dengan partai politik (parpol) yang mendukungnya.

Baca Juga  Prabowo Siap Cabut Izin Tambang di Hutan, Bahlil Bawa Laporan Rahasia ke Istana

Seperti pasangan Prabowo-AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) didukung Partai Gerindra, PKB, PAN, PBB, dan Demokrat. Selanjutnya pasangan Gibran-KDM didukung PSI, Golkar, NasDem, PKS, dan Perindo. Terakhir pasangan Purbaya–Sherly didukung PDI Perjuangan dan PPP. (A02)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini