Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Pohon Sakura Tua di Tokyo Rapuh, Picu Kekhawatiran Saat Musim Hanami

pohon sakura tua di tokyo rapuh, picu kekhawatiran saat musim hanami
Ilustrasi pohon sakura. (himejicastle)

Tokyo, Sinata.id — Musim bunga sakura yang menjadi ikon Jepang kini dibayangi kekhawatiran terkait keselamatan publik. Sejumlah pohon sakura jenis Somei Yoshino di Tokyo dilaporkan mulai rapuh akibat usia tua.

Kekhawatiran ini mencuat setelah dua pohon sakura tumbang pada Jumat (3/4/2026). Satu pohon di Taman Kinuta merusak pagar, sementara pohon lainnya di jalur hijau Chidorigafuchi nyaris jatuh ke parit Istana Kekaisaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Advertisement

Pohon yang tumbang di Taman Kinuta memiliki tinggi sekitar 18 meter dengan diameter batang mencapai 2,5 meter. Pohon tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 60 tahun.

Insiden ini menambah daftar kejadian serupa. Pada Maret 2026, sebuah pohon sakura tua di lokasi yang sama tumbang dan menyebabkan seorang pejalan kaki mengalami cedera.

Baca Juga  Bank Jepang Mizuho Siapkan Revolusi AI, 5.000 Pekerjaan Administratif Bersiap Bertransformasi

Ratusan Pohon Sakura Menua

Data pemerintah Tokyo menunjukkan bahwa pada tahun lalu sebanyak 85 pohon tumbang di berbagai taman, dengan tiga orang dilaporkan terluka. Sebagian besar pohon yang tumbang merupakan sakura tua.

Masakazu Noguchi, pejabat metropolitan Tokyo yang membidangi taman umum, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama saat musim hanami—tradisi menikmati keindahan bunga sakura—yang selalu menarik banyak pengunjung.

Anggota parlemen Tokyo, Yutaka Kazama, juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia menilai sejumlah pohon dengan akar terbuka atau batang yang membusuk berpotensi membahayakan, sehingga diperlukan langkah mitigasi tanpa harus melakukan penebangan secara masif.

Faktor Penyebab Kerusakan

Ahli pohon Hiroyuki Wada menjelaskan bahwa penuaan, erosi, serta pertumbuhan jamur di dalam batang menjadi penyebab utama melemahnya pohon sakura.

Baca Juga  Jumlah Penduduk Jepang Berusia 100 Tahun Tembus 92 Ribu

Ia menyebut beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti kemiringan batang yang ekstrem, munculnya bunga di bagian bawah batang, serta pertumbuhan jamur di area pangkal.

“Banyak pohon ditanam setelah Perang Dunia II dan kini berusia 70 hingga 80 tahun. Kondisi ini membuatnya semakin rentan, apalagi dengan dampak perubahan iklim seperti panas ekstrem dan musim kemarau panjang,” ujarnya.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Menjelang musim sakura, pemerintah Tokyo telah melakukan inspeksi terhadap ratusan pohon di taman-taman utama. Di Taman Kinuta, lebih dari 800 pohon telah diperiksa.

Sejumlah pohon yang dinilai berisiko telah ditebang, sementara beberapa lainnya diberi tanda peringatan. Namun, pohon yang tumbang pada Kamis dilaporkan belum memiliki penanda bahaya.

“Kami masih melakukan langkah sementara, seperti inspeksi dan penandaan. Upaya penanaman kembali secara menyeluruh masih menjadi rencana jangka panjang,” kata Noguchi.

Baca Juga  Rudal Canggih Sejjil Milik Iran Dikerahkan dalam Perang Lawan AS dan Israel, Jangkauan Capai

Dilema Antara Keindahan dan Keselamatan

Di Taman Inokashira, puluhan pohon sakura tua telah ditebang dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari program peremajaan. Meski demikian, langkah ini memunculkan keluhan dari masyarakat yang merindukan keindahan lanskap sakura yang utuh.

Sejumlah pengunjung mengaku tetap datang menikmati sakura meskipun ada kekhawatiran.

“Saya sedikit khawatir, tetapi masih aman selama menjaga jarak dari batang pohon,” ujar seorang pengunjung.

Bunga sakura sendiri merupakan simbol penting budaya Jepang yang biasanya mencapai puncak mekarnya pada akhir Maret hingga awal April, bertepatan dengan awal tahun ajaran dan musim baru di negara tersebut. (aol/A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini