Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

PMKRI Pematangsiantar Soroti Ketimpangan Sosial di TPA Tanjung Pinggir

pmkri
PMKRI bersama anak-anak di Tanjung Pinggir Pematangsiantar. (Foto: Ist)

Pematangsiantar, Sinata.id  – Memperingati Dies Natalis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ke-79, PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memilih merayakannya melalui aksi sosial dan refleksi kritis terhadap persoalan kemanusiaan di Kota Pematangsiantar, Rabu (27/5/2026).

Alih-alih menggelar seremoni mewah, organisasi mahasiswa tersebut turun langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir untuk melaksanakan bakti sosial di Rumah Belajar bagi anak-anak pemulung.

Advertisement

Kegiatan itu kemudian dilanjutkan dengan Malam Fraternitas di Margasiswa Taktis PMKRI Pematangsiantar.

Kegiatan sosial tersebut melibatkan pengurus cabang, anggota PMKRI, serta para frater dan suster yang selama ini aktif mendampingi anak-anak di kawasan TPA.

Selain membagikan bantuan logistik, para peserta juga terlibat dalam proses belajar mengajar bersama anak-anak di lingkungan tersebut.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi, Fransisco Mezgion Hutauruk, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan dan akses pendidikan yang dialami anak-anak di sekitar TPA Tanjung Pinggir.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi potret nyata masih lemahnya perhatian negara terhadap hak hidup layak dan pendidikan bagi masyarakat marginal.

“Sangat ironis melihat anak-anak harus mengejar mimpi di tengah kepulan asap pembakaran sampah dan bau menyengat yang mengancam kesehatan mereka. Kami berharap pemerintah hadir secara nyata untuk memastikan anak-anak ini memperoleh lingkungan dan pendidikan yang layak,” ujar Fransisco di sela kegiatan.

Ia menilai keberadaan Rumah Belajar yang diinisiasi para rohaniwan menjadi bentuk nyata kepedulian kemanusiaan sekaligus pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak di kawasan rentan sosial.

Selain menyoroti peran pemerintah, PMKRI juga mengajak masyarakat untuk mulai meningkatkan kesadaran dalam mengurangi produksi sampah rumah tangga, khususnya penggunaan plastik sekali pakai yang sulit terurai.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini