Pematangsiantar, Sinata.id – Keluarga besar Perumda Tirta Uli Pematangsiantar berbagi tali asih di rumah dinas Walikota, Jalan Kapten MH Sitorus, Selasa (2/12/2025).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut mengusung tema “Mengoptimalkan Sinergitas Anak-Anak Tuhan Dalam Pelayanan Air Bersih di Kota Pematangsiantar.”
Sebelum di gelar pembagian tali asih dilakukan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Julianus Kaimarehe, yang mengambil pesan dari Nats Alkitab Yesaya 58:11. Dalam khotbahnya, pendeta menyoroti peran vital air.
Pdt Julianus membuka refleksinya dengan mengingatkan pada bencana alam yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera dalam sepekan terakhir. Ia kemudian menggali filosofi air yang memiliki dua sifat utama: mengikuti bentuk wadahnya dan selalu mencari tempat yang rendah.
“Air tidak pernah menjadi alat yang mematikan. Sifat air hanya ada dua: yang pertama mengikuti apa wadahnya, dan yang kedua air selalu mencari yang rendah,” ujarnya.
Lanjutnya, air bisa berubah menjadi alat yang membawa malapetaka akibat ulah manusia. Pernyataan ini menjadi landasan bagi pesan moral yang disampaikan kepada seluruh jajaran Perumda Tirta Uli.
Pendeta tersebut menekankan pentingnya lembaga air minum daerah itu menjadi institusi yang transparan dan akuntabel.
“Mari kita jadikan Perumda ini menjadi lembaga yang transparan dan akuntabel. Kepercayaan publik harus tetap dijaga dengan baik,” ujarnya.
Ia menggambarkan distribusi air bersih bukan hanya sebagai tugas teknis, tetapi juga sebagai motivasi untuk menciptakan perdamaian kota.
“Distribusi air itu bisa dilihat sebagai sebuah motivasi, sehingga kota kita menjadi damai, karena kebutuhan air bersih itu selalu ada,” katanya.
Ia mengajak Perumda Tirta Uli untuk bekerja dengan integritas dan hati nurani.
“Biarlah kita semua, apalagi jajaran Perumda, bukan hanya bekerja dengan sistem tapi bekerja dengan hati. Harus didukung dengan karakter kejujuran, tulus, serta setia,” ujarnya.
Berbagi tali asih itu melibatkan perwakilan dari berbagai gereja, antara lain dari GPDI Filadelfia, HKBP Jubilate, GPDI Hebron, Gereja Pentakosta Tabernakel Kristus, Katolik Paroki Asissi, HKBP Maranatha, Katolik Stasi Santa Perawan Maria, HKI Martoba dan GKPI JK Bukit Sion. (*)
Penulis : Hendrik Nainggolan










Jadilah yang pertama berkomentar di sini