Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Ubah Cara Pandang Terhadap Penyandang Disabilitas

ubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas
Hari Bahasa Isyarat Internasional, Pemko Siantar Tekankan Kesempatan Setara bagi Tunarungu. ist

Pematangsiantar, Sinata.id – Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan momentum memperjuangkan hak dan kesetaraan penyandang tunarungu serta penyandang disabilitas secara umum.

Plt Kepala Dinas Sosial P3A Drs Risbon Sinaga dalam kegiatan yang digelar Forum Peduli Disabilitas Sumatera Utara di Lapangan Parkir Pariwisata, Sabtu (27/9/2025).

Advertisement

Dia menyampaikan bahwa bahasa isyarat merupakan bahasa resmi, identitas, sekaligus hak asasi manusia bagi penyandang tunarungu.

Ia menekankan bahasa isyarat bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga jembatan yang membuka kesempatan di berbagai bidang.

Ia juga meminta pemerintah dan masyarakat menyediakan ruang serta fasilitas yang mendukung penggunaan bahasa isyarat di layanan publik, pendidikan, dan interaksi sosial.

Baca Juga  Parit Tersumbat di Dekat Kantor Camat Siantar Utara Dibersihkan Setelah Empat Hari

Selain itu, ia menegaskan pentingnya mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas yang bukan objek belas kasihan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki potensi setara.

“Lihat potensi, bukan kekurangan. Dengar bukan hanya dengan telinga, tapi juga dengan hati,” kata Risbon

Pemerintah kita mengapresiasi Forum Peduli Disabilitas Sumatera Utara atas dedikasi dan pengabdiannya, serta mendorong terjalinnya sinergi lebih kuat dalam mendukung hak dan kesejahteraan kaum disabilitas, khususnya tunarungu.

Sementara itu, pendamping acara R Yanti Simangunsong SP menyampaikan peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa isyarat sebagai akses komunikasi dan informasi bagi masyarakat tuli. Ia berharap masyarakat tuli dan dengar dapat hidup berdampingan secara harmonis. (SN15)

Baca Juga  TP PKK Siantar Perkuat Kapasitas Kader Lewat Pelatihan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini